Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Doa Ibu untuk Anaknya yang Sakit

0

Oleh: Rima Rahmawati

Hiduplah seorang wanita bersama putri kecilnya yang lucu. Mereka hanya hidup berdua, karena sang suami sudah meninggal tepat ketika sang putri dilahirkan. Sedih. Memang. Namun, di pikaran wanita itu, dia tak bisa terus menerus meratapinya. Harus cepat-cepat bangkit. Karena ada seseorang yang sangat membutuhkannya, yaitu putri kecilnya.

Hanya putrinya yang membuatnya kuat menjalani beratnya kehidupan. Meski dia harus berjuang seorang diri dalam mendidik putri kecilnya, namun dia yakin bahwa dia bisa menjadi ibu sekaligus ayah yang baik untuk putrinya. Dikarenakan putrinya lahir premature, maka dia membutukan perjuangan ekstra dalam merawat dan membesarkannya. Karena, putrinya sering sekali terserang penyakit.

Sempat suatu hari putrinya sakit hingga berminggu-minggu lamanya. Berbagai usaha untuk menyembuhkannya sudah dilakukannya. Namun kesembuhan tak kunjung datang. Keadaan putrinya malah bertambah buruk. Kesedihan, ketakutan, dan kekhawatiran akan keselamatan nyawa putrinya terus menerpa dirinya.

Dia ingin menjalani kehidupan bersama putrinya lebih lama lagi. Membesarkannya. Melihatnya tumbuh dewasa, menikah dan menimang cucu darinya. Begitu indah harapan yang sang ibu impikan. Namun, kini harapan-harapan itu terancam musnah. Hingga di sepertiga malam, ia terbangun. Lalu dia shalat. Dan berdo’a dengan khusyuknya.

“Ya Allah, hamba tau, putri kecilku itu adalah titipan dari-Mu yang mesti dijaga. Hamba sudah kerahkan segenap kasih sayang hamba dalam merawatnya, namun apalah daya jika Engkau menghendaki dia untuk sakit. Harapan hamba tiada lain hanyalah untuk bisa hidup bersamanya. Membesarkannya dan melihatnya tumbuh menjadi wanita tangguh.”

“Ya Rabb. Sungguh, hamba tak sanggup melihat dia tergeletak lemah di samping hamba. Jika memang sehat adalah yang terbaik untuknya. Angkatlah semua penyakit yang bersemayam di tubuhnya. Sembuhkanlah dia. Datangkanlah kesehatan untuknya, supaya dia bisa tersenyum kembali. Bercanda ria bersama hamba lagi. Menemani hari-hari hamba, yang sekarang terasa sepi karena tak ada senyumannya.”

“Namun, jika memang sakit adalah yang terbaik, maka jadikanlah sakitnya itu sebagai penggugur dosa baginya. Karena hanya Engkau-lah yang tahu mana yang terbaik bagi hamba-Nya.”

Tak lupa, sang ibu sertakan “Aamiin” di ujung do’anya. []



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline