Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Jual Rambut, Bolehkah dalam Islam?

0

Ukhti, sudah menjadi hal yang biasa di kalangan masyarakat kita untuk memperjual belikan rambut. Biasanya rambut yang dicukur dijual kepada pembuat rambut palsu. Lalu bagaiamanakah islam memandang hal ini? Berikut penjelasan Ustadz Ammi Nur Baits, disitat dari konsultasisyariah.com.

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Allah telah memuliakan bani Adam.

Allah berfirman,

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آَدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. al-Isra: 70)

Karena itulah, anggota tubuh manusia tidak boleh dijadikan sebagai objek jual beli. Baik anggota tubuh yang mengalami pembaharuan, seperti darah, atau rambut. Atau anggota tubuh yang tidak mengalami pembaharuan, seperti organ vital, jantung, paru, ginjal, dst.

Para ulama dari 4 madzhab menegaskan larangan memperjual-belikan rambut.

Dalam al-Inayah Syarh al-Hidayah – kitab madzhab hanafi – dinyatakan,

ولا يجوز بيع شعور الإنسان، ولا الانتفاع بها؛ لأن الآدمي مكرم لا مبتذل، فلا يجوز أن يكون شيء من أجزائه مهانًا ومبتذلاً

Tidak boleh memperdagangkan rambut manusia, atau memanfaatkannya. Karena manusia itu dimuliakan dan tidak boleh dihinakan. Karena itu, tidak boleh ada anggota tubuhnya yang dihinakan atau diremehkan. (al-Inayah Syarh al-Hidayah, 9/136)

Kemudian dalam Syarh Mukhtashar Khalil – kitab Madzhab Maliki – dinyatakan,

تنبيه: سئل مالك عن بيع الشعر الذي يحلق من رؤوس الناس؟ فكرهه

Catatan, Imam Malik ditanya tentang hukum menjual rambut hasil cukur seseorang? Dan beliau membencinya. (Syarh Mukhtashar Khalil, 1/83)

An-Nawawi dalam al-Majmu’ – syafi’iyah – mengatakan,

ما لا يجوز بيعه متصلاً لا يجوز بيعه منفصلاً، كشعر الآدمي

Sesuatu yang tidak boleh dijual ketika masih menempel, juga tidak boleh dijual setelah terpisah, seperti rambut. (alMajmu’ Syarh Muhadzab, 9/254).

Kemudian al-Buhuti dalam Kasyaf al-Qana’ – kitab hambali – mengatakan,

ولا يجوز استعمال شعر الآدمي مع الحكم بطهارته لحرمته، أي احترامه

Tidak boleh memanfaatkan rambut manusia, meskipun statusnya suci. Karena manusia itu mulia. (Kasyaf al-Qana’, 1/57)

Demikian. Allahu A’lam. []

Sumber: Konsultasi Syariah



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline