Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Adakah Keutamaan Akad Nikah pada Hari Jumat?

0

Pagi hari tadi, Hafidz muda asal Indonesia, Muzammil Hasbullah telah melangsungkan pernikahannya dengan Sonia  Rastanti di kota Banda Aceh. Pernikahan yang viral di media sosial sejak dua hari yang lalu ini sontak mendapat banyak respon positif dari netizen.

Muzammil dan Sonia memilih hari jumat sebagai hari pernikahan mereka. Sebagaimana kita ketahui, hari jumat merupakan hari yang istimewa.  Namun, Adakah keutamaan melaksanakan akad nikah pada hari jumat?

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jumat sebagai sayyidul ayyam (pemimpin semua hari) dan hari yang paling agung di sisi Allah. Dalam hadits dari Abu Lubabah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ سَيِّدُ الأَيَّامِ وَأَعْظَمُهَا عِنْدَ اللَّهِ

Sesungguhnya hari jumat adalah sayyidul ayyam dan hari paling agung di sisi Allah. (HR. Ahmad 15947, Ibn Majah 1137, dan dihasankan al-Albani).

Dalam hadis lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan sederet nilai keistimewaan hari jumat. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ فِيهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُهْبِطَ مِنْهَا وَفِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يُصَلِّى فَيَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

Hari terbaik saat matahari terbit adalah hari Jumat. Di hari ini, Adam diciptakan; di hari ini, beliau dimasukkan ke dalam surga, di hari ini pula, beliau dikeluarkan dari surga. Di hari Jumat terdapat satu waktu, apabila ada seorang hamba yang shalat, memohon kepada Allah di waktu itu, maka Allah akan memberikannya. (HR. Ahmad 10823, Turmudzi 493 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dari banyaknya keistimewaan ini, ada beberapa ulama menganjurkan agar akad nikah dilakukan hari jumat. Kita simak beberapa keterangan mereka,

Ibnu Qudamah mengatakan,

ويستحب عقد النكاح يوم الجمعة لأن جماعة من السلف استحبوا ذلك منهم سمرة ابن حبيب وراشد بن سعيد وحبيب بن عتبة ولأنه يوم شريف ويوم عيد فيه خلق الله آدم عليه السلام

Dianjurkan melakukan akad nikah pada hari jumat, karena beberapa ulama salaf menganjurkan hal itu, diantaranya, Samurah Ibnu Habib, Rasyid bin Said, dan Habib bin Utbah. Di samping  ini merupakan hari yang istimewa dan hari raya islam. Di hari ini, Adam ‘alaihis salam diciptakan. (al-Mughni, 7/428).

Keterangan lain disampaikan an-Nafrawi al-Maliki,

ويستحب كون الخطبة والعقد يوم الجمعة بعد صلاة العصر لقربه من الليل

Dianjurkan khitbah (lamaran) dan akad nikah dilakukan hari jumat setelah asar, karena mendekati waktu malam. (al-Fawakih ad-Dawani, 2/11).

Kita bisa memahami latar belakang keterangan an-Nafrawi, mengenai anjuran melakukan akad di penghujung hari jumat. Karena waktu mustajab untuk berdoa di hari jumat, terjadi setelah asar sampai maghrib. Sehingga, doa keberkahan yang dipanjatkan di waktu akad, akan lebih mustajab.

Tidak ada Dalil, Mengapa Dianjurkan?

Kata anjuran lebih umum dari pada kata disunahkan. Karena anjuran bisa berarti saran, sekalipun di sana tidak ada dalil. Berbeda dengan disunahkan. Mereka hanya akan menggunakan kata ini, jika di sana ada dalil.

Dalam fatwa Islam, setelah penulis membawakan keterangan para ulama di atas, beliau menyatakan,

وينبغي أن نلاحظ هنا أن عبارة الفقهاء جاءت بلفظ : ” يستحب ” وليس بلفظ : ” يسن “، لأنهم يعلمون أن الحث على العقد يوم الجمعة لم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم ، وإنما ورد عن بعض السلف والفقهاء المتقدمين ، اجتهادا منهم في تحصيل بركة النكاح بموافقة بركة يوم الجمعة ، ورجاء أن يستجيب الله عز وجل الدعاء في ذلك اليوم

Perlu dicatat di sini, bahwa ulama menyatakan dengan ungkapan ‘dianjurkan’, bukan ‘disunahkan’ karena mereka memahami, motivasi untuk akad nikah di  hari jumat, tidak dijumpai dalam sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hanya dijumpai dari praktek sebagian salaf dan ulama masa silam, sebagai hasil ijtihad dari mereka untuk mendapatkan keberkahan nikah, karena bertepatan dengan hari jumat. Dan harapan agar Allah mengabulkan doa mereka di hari itu.

Beliau juga menegaskan,

والفقهاء كثيرا ما يتوسعون في إطلاق ” الاستحباب ” على أمر لم يرد فيه دليل بخصوصه ؛ فالمستحب عندهم أوسع من لفظ ” سنة ” الذي يحتاج إلى ثبوت سنيته عن النبي صلى الله عليه وسلم بحديث مرفوع صحيح

Para ulama lebih mudah dalam menggunakan kata anjuran untuk kasus yang tidak didukung oleh dalil secara khusus. Kata anjuran bagi mereka lebih luas dibandingkan kata sunnah, yang harus didukung oleh sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis marfu’ yang shahih. (Fatwa Islam, no. 147198)

Seperti ini pula yang dipahami Imam Ibnu Utsaimin. Dalam as-Syarh al-Mumthi’, beliau mengatakan,

لا أعلم في هذا سنة، وقد علَّلوا ذلك بأن يوم الجمعة آخره فيه ساعة الإجابة، فيرجى إجابة الدعاء الذي يكون عادة بين الزوج ومن يبرِّكون عليه، «بارك الله لك وعليك».

Saya tidak mengetahui anjuran ini dalam dalil sunnah. Para ulama telah memberikan alasan anjuran itu, bahwa pada penhujung hari jumat, terdapat waktu mustajab untuk berdoa. Sehingga diharapkan doa itu dikabulkan. Doa yang umumnya diucapkan untuk pengantin serta dari orang-orang yang memberikan restu kepadanya, ‘Baarakallahu laka wa ‘alaika’. (as-Syarh al-Mumthi’, 12/33).

Allahu a’lam. []

Sumber: Konsultasi Syriah



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline