Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Bu, Ayo Kenali Penyakit Kuning pada Bayi

0

Banyak ibu yang mengkhawatirkan penyakit kuning pada bayi. Penyakit kuning atau yang disebut juga dengan jaundice adalah penyakit yang terjadi pada bayi, beberapa hari setelah ia dilahirkan.

Sesuai dengan namanya, penyakit ini menyebabkan kulit, mata, dan mulut bayi berwarna kuning.Sebagaimana dijelaskan oleh dr. Hafid (Pengasuh Rubrik Kesehatan KonsultasiSyariah.com), bahwa warna kekuningan (ikterus) yang tampak pada kulit dan bola mata bayi terbagi menjadi 2 jenis:

Pertama, Ikterus fisiologis. Ikterus fisiologis disebabkan oleh peningkatan pembentukan bilirubin, zat yang memberikan warna kuning tersebut, yang berasal dari pembongkaran sel darah merah yang telah selesai masa hidupnya.

Pada bayi baru lahir, peningkatan tersebut tidak diiringi dengan pengeluaran yang cepat dari dalam tubuh melalui urin atau feses karena kerja organ-organ tubuhnya belum optimal.

Ikterus fisiologis biasanya timbul beberapa hari setelah bayi lahir dan dapat bertahan hingga usia bayi 7 hari, dan kemudian akan berangsur-angsur membaik.

Pada beberapa bayi yang langsung disusui juga dapat terjadi ikterus setelah beberapa hari kemudian, khususnya jika jumlah ASI yang keluar tidak mencukupi kebutuhan bayi.

Kedua,Ikterus patologis. Ikterus patologis disebabkan adanya penyakit pada tubuh bayi yang meningkatkan produksi bilirubin secara drastis, atau menyebabkan ketidakmampuan tubuh bayi untuk mengurai bilirubin secara normal.

Hal ini berdampak pada peningkatan jumlah bilirubin dalam darah secara signifikan, dan jumlah tersebut akan terus meningkat jika tidak ditangani dengan segera. Ikterus patologis biasanya timbul dalam 24-48 jam sejak bayi lahir, atau > 1 minggu sejak kelahiran, atau menetap hingga > 2 minggu, dan disertai gejala bayi tampak lemah, malas atau tidak mau menyusu, dan rewel.

Tingginya kadar bilirubin dalam darah dapat menyebabkan  kerusakan yang permanen pada otak bayi hingga kematian, sehingga perlu dideteksi dan ditangani sejak dini.

Untuk penangannannya dapat dilakukan penguraian bilirubin. penguraian ini dapat dibantu dari luar menggunakan fototerapi, yakni menyinari bayi dalam inkubator khusus dengan sinar fluorescent putih atau biru. Pilihan selanjutnya adalah transfusi tukar, yang diindikasikan untuk kasus hiperbilirubinemia berat yang memerlukan penurunan kadar bilirubin dalam darah secara cepat.

Namun tidak semua bayi memerlukan fototerapi. Bayi dengan ikterus fisiologis cukup memerlukan perawatan seperti biasa, pemberian ASI hingga kenyang dengan frekuensi memadai (8-12 kali dalam sehari), dan pengamatan seksama setiap harinya untuk melihat adakah peningkatan atau perluasan warna kuning di kulit. Warna kuning pada kulit bayi akan tampak dari atas ke bawah, yakni daerah kepala dan mata terlebih dahulu, terus ke arah pusar, kemudian ke kaki, sesuai dengan semakin meningkatnya kadar bilirubin dalam darah.

Pengamatan kulit bayi harus dilakukan di dalam ruangan dengan cahaya yang baik, dengan bayi tanpa pakaian, oleh pengamat yang sama, pada waktu yang sama setiap harinya agar didapatkan hasil yang cukup valid. Perlu diketahui bahwa bayi cepat merasakan dingin karena mekanisme pengaturan suhu tubuhnya belum optimal, sehingga sebaiknya pengamatan dilakukan dalam 1 menit, kemudian bayi segera dibungkus kembali. Pemberian ASI yang memadai termasuk cara yang paling mudah dan efektif dalam meningkatkan pengeluaran bilirubin dari dalam tubuh bayi dan menormalkan kadar bilirubin dalam darahnya.

Sumber: https://konsultasisyariah.com



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline