Breaking News
gambar: klikbagikan

Wanita Tidak Subur, Bolehkah Dinikahi?

Sebagaimana diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk menikahi wanita yang subur. Dalam riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, berkata: bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Menikahlah kalian (dengan wanita) yang penyayang dan subur, karena saya termasuk Nabi yang banyak pengikutnya pada hari kiamat”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al Haitsami dalam Majma’ Zawaid)

 

Syamsuddin Abadi –rahimahullah- berkata: “Wadud” adalah wanita yang mencintai suaminya. “Walud” adalah yang banyak melahirkan. Kenapa harus dengan kedua sifat tersebut, karena kalau wanita tersebut subur saja namun tidak penyayang akan menyebabkan suaminya tidak mencintainya.

Penyayang saja namun tidak subur maka tujuan menikah tidak tercapai, yaitu; memperbanyak umat dengan banyak melahirkan, kedua sifat tersebut bagi wanita yang masih perawan bisa diketahui melalui kerabatnya; karena secara umum tabiat kerabat itu akan saling mengalir satu sama lainnya”. (Aunul Ma’bud: 6/33-34)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang untuk menikahi wanita yang mandul, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu- berkata: Seseorang telah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- maka beliau bersabda:

“Sungguh saya telah mendapatkan wanita yang mempunyai kedudukan tinggi, cantik, namun dia mandul, maka apakah saya melanjutkan untuk menikahinya ?, beliau bersabda: “Jangan”. Kemudian dia mendatangi beliau untuk yang kedua kalinya, beliau pun melarangnya, lalu dia mendatangi beliau untuk yang ketiga kalinya, maka beliau bersabda: “Menikahlah kalian dengan wanita yang penyayang, subur; karena saya merasa bangga dengan umat yang banyak”. (HR. Nasa’i dan Abu Daud dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al Baani dalam Shahih Targhib)

Larangan di atas bukan larangan yang mengharamkan, namun larangan yang dibenci saja, para ulama telah menyebutkan bahwa memilih wanita yang subur adalah mustahab (sunnah) bukan wajib.

Ibnu Qudamah dalam al Mughni berkata:

“..Dan disunnahkan untuk memilih wanita yang dikenal dengan banyak anaknya”.

Al Manawi berkata dalam Faidhul Qadir : “Menikah dengan wanita yang tidak subur adalah makruh (dibenci bukan haram)”.

Sebagaimana seorang wanita dibolehkan untuk menikah dengan laki-laki yang mandul, demikian juga bagi seorang laki-laki boleh menikah dengan wanita yang mandul”.

Al Hafidz dalam al Fathu berkata:

“Sedangkan orang yang tidak mempunyai keturunan dan tidak tertarik kepada wanita dan jima’ maka bagi orang tersebut hukum nikah adalah mubah, jika pihak wanitanya mengetahui dan menyutujuinya”. []

Sumber: https://islamqa.info

About Karisa Pyeli

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan