Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Kisah Cinta Beda Agama Putri Rasulullah SAW

0

Abul Ash dikenal sebagai seorang yang jujur. Di usianya yang masih muda, beliau juga dikenal sebagai seseorang yang dapat dipercaya dan memiliki kepiawaian dalam berdagang. Dengan segala kelebihan yang ia miliki, ia mengenal banyak saudagar kaya di mekah termasuk ibunda Khadijah ra.

Khadijah, istri pertama Rasulullah saw. Melihat kemuliaan pemuda ini, Khadijah binti Khuwailid berkeinginan menjodohkan putrinya Zainab dengan Abul Ash bin Rabi. Penikahan merekapun dilangsungkan. Pernikahan Zainab dan Abul Ash berjalan harmonis. Mereka saling mencintai dan saling menyayangi satu sama lain.

Seiring dengan berjalannya waktu, tugas menyampaikan risalah itu pun datang kepada Rasulullah. Rasul menyampaikan Islam kepada keluarga dan kerabatnya. Beberapa keluarga terdekat dan putrinya segera menerima ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah. Tapi tidak dengan menantu Rasul termasuk Abul Ash, padahal sesungguhnya Abul Ash adalah tipikal menantu yang sangat menghormati mertuanya. Namun urusan keyakinan, Abul Ash masih sulit memercayai apa yang Rasulullah katakan.

Hidayah sulit sekali datang pada Abul Ash ketika itu. Padahal cukup sering Zainab mengajak suaminya untuk turut serta meyakini bahwa apa yang Rasulullah sampaikan adalah kebenaran yang nyata. Tapi bertahun-tahun itu dilakukan, hidayah tak kunjung datang pada Abul Ash.

Mungkin perpisahanlah yang akan mengajarkan Abul Ash tentang arti kehilangan. Demi ketaatan pada Allah dan Rasulullah, akhirnya Zainab dan Abul Ash berpisah. Sebab Abul Ash sempat menjadi tawanan kaum muslimin setelah perang Badar. Agar Abul Ash bisa bebas, ia harus rela mengantarkan Zainab kepada ayahnya. Lalu Abul Ash pun menyetujuinya. Terlebih wahyu tentang larangan menikah berbeda iman telah turun. Begini isinya.

“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. [Al-Baqarah: 221]

Hidup tanpa Zainab benar-benar membuatnya tersiksa. Terlebih dia tidak dapat lagi mencintai wanita lain selain Zainab. Baginya tidak pernah ada wanita yang dapat menggantikan kemuliaan Zainab juga kebaikan wanita seperti Zainab dalam hidupnya. Abul Ash benar-benar lelaki yang sangat setia, ia terus menunggu hingga takdir akan mempertemukan mereka lagi.

Saat kafilah dagangnya di tawan oleh kaum muslimin, di sinilah hidayah itu datang. Melihat bahwa betapa baiknya perlakukan Rasulullah terhadap kafir Quraisy sepertinya yang tetap dihormati. Dan perlindungan dari Zainab, juga kaum muslimin yang dengan rela mengembalikan harta yang ia bawa. Membuatnya sadar bahwa menjadi seorang muslim jauh lebih baik dari pada mempertahankan ajaran nenek moyangnya. Setelah mengembalikan harta pada penduduk mekah. Abul Ash bersyahadat dan menginggalkan mekah kemudian ia pergi ke madinah menemui Rasulullah.

Tak disangka, selain disambut dengan terbuka oleh kaum muslimin dan Rasulullah. Ia pun diperkenankan untuk menikah kembali dengan Zainab. Dam Zainab sudah menjadi halal baginya lagi. Dua tahun keduanya berjalan bersama dalam satu Aqidah yakni iman kepada Allah dan Rasulullah. Namun tidak lama setelah itu kebahagian Abul Ash di dunia bersama Zainab harus pupus. Karena atas kehendak Allah, Zainab harus meninggal dunia lebih dulu dari padanya. Pada tahun 8 Hijriyah Zainab Wafat. Disusul kemudian dirinya wafat pada 12 Hijriyah. []

Sumber: http://abiummi.com

 



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline