Breaking News
gambar: fio holiday

Siapa Saja Mahrom Muslimah Ketika Safar?

Ketika bersafar seorang wanita disyariatkan untuk pergi bersama mahramnya. Hal tersebut untuk menghindari fitnah dan melindungi wanita tersebut. Adapun Mahram bagi seorang wanita adalah, siapa saja yang haram dinikahi selamanya, baik karena kekerabatan ataupun karena susuan atau pernikahan, seperti bapaknya, anak laki-lakinya atau saudara laki-lakinya.

Apakah disyaratkan seorang mahram harus baligh? Ulama dari kalangan mazhab Hambali mensyaratkan demikian. Sedangkan jumhur berpendapat, jika mahram  telah mumayyiz, mendekat baligh, dan seorang wanita merasa aman bersamanya, maka dia sudah cukup (sebagai mahram). Dalam hal ini anak menjelang remaja dianggap sama dengan hukum seorang baligh.

Dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah (36/340), “Ulama kalangan mazhab Hanafi dan Syafii dan pendapat yang kuat dalam mazhab Maliki bahwa anak menjelang remaja seperti orang baligh, seorang wanita harus didampingi olehnya dalam safar jika dia termasuk mahramnya.

Berbeda dalam hal ini ulama dari kalangan mazhab Hambali, mereka mensyaratkan agar seorang mahram sudah baligh dan berakal. Ibnu Qudamah berkata, “Ada yang bertanya kepada Ahmad, ‘Apakah anak kecil dapat menjadi mahram?’ Dia berkata, ‘Tidak, sampai dia menjadi baligh. Karena anak ini tidak dapat mengurus dirinya sendiri, bagaimana dia dapat keluar mendampingi seorang wanita. Karena tujuan adanya mahram adalah melindungi wanita, dan hal itu tidak terwujud kecuali mahram itu sudah baligh dan berakal.”

Yang lebih hati-hati adalah pendapat mazhab Hambali yang mensyaratkan balighnya mahram. Hal ini lebih dekat dengan tujuan syariat tentang adanya mahram.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, “Seorang anak laki-laki, kapan dia dapat menjadi mahram bagi ibunya? Apakah ketika usia baligh atau mumayyiz?”

Beliau menjawab, “Yang dimaksud mahram, baarokallahu fiik, adalah apabila dia sudah baligh dan berakal. Siapa yang belum baligh, maka dia bukan mahram, siapa yang akalnya terganggu (gila) maka dia bukan mahram.”

Sumber: https://islamqa.info

About Karisa Pyeli

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan