Breaking News
gambar: megapolitan

Muslimah, Inilah Kiat Mudik Ala Rasulullah (2-Habis)

Musim mudik telah tiba. Mudik bisa juga dikategorikan sebagai safar apabila menempuh jarak 48 mil (85 km) sebagaimana dikatakan mayoritas ulama. Islam yang sempurna dalam adabnya, memiliki adab dalam bersafar sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw. Adapun adab-adab safar tersebut sebagaimana dikutip dari tulisan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, berikut ini:

6. Mengangkat pemimpin dalam rombongan safar

Pilihlah yang mempunyai akhlaq yang baik, akrab, dan punya sifat tidak egois. Juga mencari teman-teman yang baik dalam perjalanan. Adapun perintah untuk mengangkat pemimpin ketika safar adalah,

“Jika ada tiga orang keluar untuk bersafar, maka hendaklah mereka mengangkat salah satu di antaranya sebagai ketua rombongan.”

7. Hendaklah melakukan safar pada waktu terbaik yakni hari Kamis dan diwaktu malam hari.

Dianjurkan untuk melakukan safar pada hari Kamis sebagaimana kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Ka’ab bin Malik, beliau berkata,

“ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju perang Tabuk pada hari Kamis. Dan telah menjadi kebiasaan beliau untuk bepergian pada hari Kamis. ”

Juga waktu terbaik untuk melakukan safar adalah di waktu duljah. Sebagian ulama mengatakan bahwa duljah bermakna awal malam. Ada pula yang mengatakan maknanya adalah seluruh malam karena melihat kelanjutan hadits.

Jadi dapat kita maknakan bahwa perjalanan di waktu duljah adalah perjalanan di malam hari. Perjalanan di waktu malam itu sangatlah baik karena ketika itu jarak bumi seolah-olah didekatkan. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hendaklah kalian melakukan perjalanan di malam hari, karena seolah-olah bumi itu terlipat ketika itu.”

8. Melakukan shalat dua raka’at ketika hendak pergi.

Sebagaimana terdapat dalam hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah .”

9. Berpamitan kepada keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan.

Do’a yang biasa diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang hendak bersafar adalah, “Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”

Apabila salah seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta wasiat karena akan bepergian maka beliau mengatakan kepadanya,“Zawwadakallahut taqwa, wa ghofaro dzanbaka, wa yassaro lakal khoiro haitsuma kunta. ” 

Kemudian hendaklah musafir atau yang bepergian mengatakan kepada orang yang ditinggalkan,

“Astawdi’ukallahalladzi laa tadhi’u wa daa-i’ahu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).”

10. Ketika keluar rumah dianjurkan membaca do’a

Do’a yang dibaca biasanya: “Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya).

Atau bisa pula dengan do’a: “Allahumma inni a’udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya” . []

Sumber: Rumaysho.com

About Karisa Pyeli

Check Also

Cara Memutihkan Gigi dengan Bahan Alami

Penggunaan siwak mungkin bukan baru kali ini saja. Siwak sudah digunakan sejak zaman dahulu. Fungsinya yang digunakan sebagai alat tradisional pembersih gigi ini ternyata juga memiliki manfaat lain yaitu sebagai pemutih gigi alami.

Tinggalkan Balasan