Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Do’a Khaulah binti Tsa’labah, 7 Lapis Langit pun Ditembus

0

Ada sebuah kisah inspiratif dari seorang muslimah di zaman Rasulullah Saw. Do’a dari muslimah tersebut bahkan mampu menembus tujuh lapisan langit. Dan kisahnya terpatri dalam Al-Qur’an QS. al-Mujadalah ayat 1-4. Beliau adalah Khaulah binti Tsa’labah.

Khaulah adalah seorang perempuan yang menghadapi masalah pelik, namun kesabaran dan keteguhan hatinya serta perhatiannya yang besar kepada anak anaknya serta kehati hatiannya dalam perkara agama semua itu adalah mutiara yang dapat kita petik dari pribadi dan sosok muslimah ini.

Khaulah adalah istri dari Aus bin Shomit. Pada awal peniahanya Khaulah dan Aus hidup berbahagia. Aus rajin bekerja dan penuh perhatian. Namun dikala usia senjanya Aus mulai banyak berdiam diri dirumah dan tidak bekerja. Aus pun mudah merasa bosan dan menjadi begitu pemarah.

Suatu ketika Aus begitu marah, hingga ia berkata kepada Khaulah “Engkau bagiku seperti punggung ibuku !”. Perkataan yang akrab dikalangan jahiliyah sebagai ungkapan seorang suami telah mengharamkan isteri untuk dirinya. tidak dicerai, tidak pula berpisah darinya, jadilah isteri sebagai pihak yang tergantung.

Ucapan itu telah menghancurkan rumah tangga yang telah mereka bina. Bergetar suara Khaulah berkata kepada suaminya,” engkau telah mengatakan suatu ucapan yang besar, aku tidak tahu seberapa beratnya bagiku”. Khaulah pun pergi menemui Rasulullah untuk mengadukan perkara tersebut.

Saat Rasulullah mendengar cerita Khaulah. Beliau tidak langsung memutuskan sesuatu. Beliau ingin mendengar cerita dari Aus pula. begitulah Rasulullah mencontohkan untuk melihat suatu perkara dari dua belah pihak. Rosulullah pun memanggil Aus dan Aus membenarkan apa yang disampaikan Khaulah.

Setelah mendengar pengakuan Aus bin shomit Rasulullah berkata kepadanya,” wahai Aus, janganlah engkau mendekati isterimu sampai aku memberikan keputusan (hukum)”.

Disaat menunggu keputusan Rasulullah, Khaulah tidak berhenti berdo’a. ia memikirkan kodisi anak-anaknya yang tidak akan berbahagia apabila hidup hanya dengannya. atau pun hidup bersama kedua orang tua yang tidak bisa lagi bekerja sama mendidik mereka.

Do’a Khaulah disambut oleh Allah Swt. Turunlah firman Allah dalam Q.S al -Mujadalah ayat 1-4 . Kemudian Rosulullah berkata kepada Khaulah, ” suruhlah suamimu untuk memerdekakan seorang budak.”

Khaulah berkata” wahai Rasulullah suamiku tidak memiliki budak yang dapat ia merdekakan, nabi Shollallohu alaihi wassallam berkata,” kalau begitu suruhlah ia berpuasa dua bulan berturut turut,”

Khaulah berkata,” wahai Rasulullah suamiku adalah orang yang sudah tua dan tidak kuat untuk berpuasa,” kalau begitu Suruhlah ia memberi makan 60 orang fakir miskin dengan 60 sho kurma.”

Khaulah berkata wahai Rasulullah ia tidak memiliki kurma sebanyak itu dan tidak punya harta untuk membelinya.” Rasulullah Shollallohu alaihi wassallam akhirnya berkata ” kami akan membantunya dengan satu sho kurma.”

Khaulah pun berkata ” saya juga akan membantunya dengan satu sho kurma,” Rasulullah berkata ” pulanglah dan sedekahkan kurma itu sebagai kafarat bagi suamimu, lalu pergaulilah dengan baik.”

itulah kisah inspiratif dari seorang muslimah yang berhati-hati dalam memutuskan suatu perkara. []

 



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline