Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Kisah Inspiratif: Ada Apa dengan Fathimah?

0

Suatu ketika, istri Umar, Fathimah, menangis hingga matanya bengkak. Dua saudaranya, Maslamah binAbdul Malik dan Hisyam bin Abdul Malik menemuinya dan bertanya, “Apa yang telah terjadi padamu? Apakah kamu bersedih karena suamimu?”

“Dia memang pantas untuk membuatmu bersedih. Atau, apakah kamu kehilangan bagian dari keduniaan? Bukankah kami beserta harta dan keluarga kita ada di hadapanmu?” lanjutnya.

Kemudian Fathimah pun menjawab “Bukan. Tidak satu pun dari semua itu yang membuatku bersedih. Akan tetapi, pada malam tadi, aku melihat suatu pemandangan aneh pada dirinya. Aku tahu, pasti ada perkara besar dan menakutkan yang membuatnya berprilaku seperti itu. Sungguh, jika aku mengetahui nya, hatiku akan tenang.”

Kedua saudaranya bertanya, : Apa yang kamu lihat pada dirinya?” Fathimah menjawab, : Pada malam itu aku melihat dia sedang shalat. Ketika membaca ayat’ Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan gunung – gunung seperti bulu yang dihamburkan-hamburkan (QS Al Qari’ah:4-5) .”

“Dia menjerit,’Oh! Betapa buruk keadaanku pada subuh ini!’ Kemudian, dia duduk dan merebahkan diri. Dia mulai bersikap dingin kepadaku. Aku mengira bahwa nyawanya akan melayang. Kemudian, dia menjadi tenang sehingga aku mengira bahwa dia telah wafat.”

“Lalu, dia siuman dan berkata, ‘Oh! betapa buruk keadaanku pada subuh ini!’ Kemudian dia duduk, lalu mulai mondar-mandir di dalam rumah. Dia berkata, ‘Celakalah aku! Bagaimana keadaanku pada hari manusia seperti anai-anai yang betebaran dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.’ Demikian keadaannya hingga terbit fajar.”

“Kemudian, dia jatuh seperti mayat hingga terdengar suara azan untuk shalat subuh. Demi Allah, setiap kali mengingat kejadian pada malam itu, aku tidak sanggup menahan tetesan air mata)” Pungkas Fathimah.

Betapa indah kisah orang-orang shalih terdahulu. Begitu besar ketakutan mereka pada Allah. Sedang jarak kiamat diukur dari masa mereka tentu jauh lebih panjang dibanding dihitung dari masa kita saat ini. []

Sumber: https://web.facebook.com/KisahPenuhHikmah1

 

 



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline