Breaking News
Picture: Pinterest

Begini Nih Romantisme Ala Rasulullah

Rasulullah SAW adalah sebaik-baiknya teladan bagi kita semua. Tak hanya soal ketaatan dan kesabaran beliau saja yang layak kita tiru, tapi juga perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dalam urusan paling fitrah manusia yaitu cinta. Ya, Rasulullah SAW adalah seseorang yang romantis dan senang bersikap manis kepada istrinya. Berikut ini romantisme ala Rasulullah SAW yang bisa Anda tiru, wahai para suami…

Pangilan sayang untuk istri tercinta

Nabi memanggil istrinya dengan panggilan kesayangan, tidak langsung menyebut nama. Beliau memanggil dengan julukan yang justru memuliakan istrinya. Yaitu, Khumaira, yang artinya kemerah merahan.

Rasulullah memanggil aisyah dengan sebutan seperti itu. Panggilan seperti itu dapat membuat istri merasa senang, begitu juga dengan suami yang memanggilnya demikian.

Tidak meminta dimanjakan dalam urusan makanan

Dalam suatu kisah, Nabi diceritakan pernah pulang pada waktu pagi. Tentulah saat itu beliau merasa sangat lapar. Tetapi tiada apa pun yang terhidang untuk sarapan karena ‘Aisyah, istrinya belum ke pasar.

Maka Nabi bertanya, “Belum ada sarapan, ya Khumaira?”

Aisyah menjawab dengan agak serba salah, “Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.” Rasulullah lantas berkata, ”Kalau begitu aku puasa saja hari ini.” tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

Beliau tidak pernah menuntut dan memaksakan sesuatu dari istrinya. Beliau bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.”

Membantu sang istri

Hal paling romantis bagi wanita adalah ketika sang suami ikut membantu pekerjaan istri, pekerjaan yang sudah dianggap wajar bagi istri namun dilakukan oleh sang suami. Terlihat sepele memang, tapi, bagi wanita mungkin itu hal paling luar biasa.

Nabi Muhammad SAW pun mencontohkannya, beliau memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual. Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tidak ada makanan yang sudah siap untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu istrinya di dapur. Kalau Apabila ada pakaian yang koyak, Rasulullah bahkan menambalnya sendiri tanpa menyuruh istrinya.

Romantisme urusan kamar

Dalam suatu riwayat diceritakan Aisyah ditanya menggenai hal yang paling menyenangkan dan terindah mengenai sosok Nabi Muhammad SAW sebagi seorang suami. Lalu Aisyah berkisah:

Pernah suatu malam, dimana aku dan beliau tidur dalam satu ranjang dan diselimuti kain yang sangat kecil yang tidak dapat menyelimuti tubuh kami berdua. Ketika kulit beliau bertemu dengan kulitku, beliau berkata, “Ya Khumaira, ijinkan aku menyembah Tuhanku,” lalu beliau shalat terlebih dahulu.

Apa maksudnya? Jika dipikirkan, mungkin saat-saat seperti itu adalah saat yang indah untuk bermesraan. Tapi ada apa dengan beliau? beliau masih ingat dengan Allah, sebelum menjalankan hak badannya, beliau menjalankan haknya pada Allah terlebih dahulu.

Loading...

Meskipun beliau seorang nabi, tapi beliau tetap meminta izin istrinya untuk beribadah. Beliau tetap menghargai istrinya dengan meminta izin, alangkah romantisnya hal itu.

Islam menuntun umatnya dalam segala aspek kehidupan, seperti romantisme yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Perbuatan sederhana yang menjadi  sangat bermakna dan menimbulkan kesan mendalam, sehingga menambah kecintaan pasangan. []

 

Sumber: Islampos



Artikel Terkait :

About Mila Zahir

Check Also

7 Tanda Suami Punya Selingkuhan

Suami dinyatakan selingkuh bukan sekadar karena kamu sebagai istri merasa ia berbeda. Harus ada bukti nyata sampai seorang istri bisa mengatakan suaminya berselingkuh.

Tinggalkan Balasan