Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Salman Al Farisi, dan Kisah Cinta Pemuda Sejati

0

Salman Al Farisi Radhiallahu’anhu adalah seorang pemuda Persia, mantan budak di Isfahah. Ia merupakan salah satu sahabat spesial Rasulullah.

Dikisahkan suatu saat diam-diam Salman Al Farisi menaruh perasaan cinta kepada seorang muslimah Madinah. Maka dia pun memantapkan niatnya untuk melamar wanita pujaan hatinya.

 

Karena Salman bukan peduduk asli adinah dan tidak mengetahui kebudayaannya. Akhirnya Salman Al Farisi mendatangi seorang sahabatnya yang merupakan penduduk asli Madinah, yaitu Abu Darda. Ia bermaksud meminta bantuan dari sahabatnya, Abu Darda untuk menemaninya saat mengkhitbah wanita impiannya.

Setelah mendengar cerita sahabatnya tersebut, Abu Darda pun begitu girang. Ia pun bersedia membantu dan juga mendukung sahabatnya itu. Semua bekal hantaran pun di persiapkan oleh Salman.

Sesampainya dirumah sang wanita, keduanya diterima dengan baik oleh wali sang wanita. Abu Darda pun memperkenalkan dirinya dan memperkenalkan Salman Al Farisi, dan mengutarakan maksud kedatangannya.

Mendengar itu semua, maka si tuan rumah merasa sangat terhormat. Ia senang akan kedatangan dua orang sahabat Rasulullah. Ditambah lagi karena salah satunya bahkan berkeinginan melamar putrinya.

Dengan itu sebagaimana yang diajarkan Rasulullah,  sang ayah bertanya bagaimana pendapat putrinya mengenai lamaran tersebut. Karena jawaban itu adalah hak dari putrinya secara penuh.

Maka muslimah tersebut ternyata juga telah memberikan pendapatnya mengenai pria yang melamarnya. Berdebarlah jantung Salman Al Farisi saat menunggu jawaban dari balik tambatan hatinya.

Dan tak begitu lama pun sang bunda yang mewakili putrinya untuk menjawab pinangan Salman Al-Farisi.

“Mohon maaf kami perlu berterus terang”, kalimat itu membuat Salman Al Farisi dan Abu Darda berdebar menanti jawaban. Manusiawi, karena Salman Al Farisi dan Abu Darda hanyalah manusia biasa juga seperti kita. Maka perasaan tegang dan gelisah pun segera menyeruak dalam diri mereka berdua.

“Namun karena kalian berdualah yang datang dan mengharap ridho Allah, saya ingin menyampaikan bahwa putri kami akan menjawab iya jika Abu Darda juga memiliki keinginan yang sama seperti keinginan Salman Al Farisi”.

Sungguh jawaban yang mengagetkan, wanita yang diidam-idamkan untuk menjadi istri Salman Al Farisi, justru memilih Abu Darda yang hanya ingin membantu pinangan sahabatnya.

Takdir Allah berkehendak lain, cinta bertepuk sebelah tangan. Tetapi itulah ketetapan Allah menjadi rahasia-Nya, yang tidak pernah diketahui oleh siapapun kecuali oleh Allah. Namun dengan ikhlas Salman Al Farisi bahkan memberikan hantaran yang sudahdipersiapkannya untuk Abu Darda meminang gadis tersebut. []

Sumber: http://islamidia.com

 



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline