Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Inilah Kisah Kemuliaan Utsman dan Firasatnya

0

“Ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu berikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Maka kamu adalah air, maka kamu adalah matahari, Ia tumbuh dan berkembang darisiraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahayamu.” (M.Anis Matta)

Apa yang membuat seorang lelaki diambil menantu hingga dua kali oleh ayah paling mulia sepanjang masa? Ruqqayah nama puteri cahaya itu. Llu ketika Ruqqayah meninggal, Ummu Kultsum, adiknya menggantikan bersinar dirumah tangganya. Alangkah berbahagia sang pemilik dua cahaya itu, Utsman Ibn ‘Affan, Radhiyallahu’Anhu. Ya. Tapi apa yang membuat Sang Nabi menjadikan Utsman menantunya hingga dua kali?

Secuplik gambaran tentang Utsman datang dari pembantu rumah tangga Nabi shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam. Namanya Anas ibn Malik. “Aku datang kepada ‘Utsman ibn Affan”, kata Anas. “Waktu di jalan aku bertemu dengan seorang wanita. Aku meliriknya dan memperhatikan kecantikannya.”

Begitu Anas ibn Malik sampai di hadapannya, Utsman menegur, “Telah masuk salah seorang di antara kalian sedang di matanya ada bekas zina. Tidakkah engkau tahu bahwa zinanya mata adalah pandangan? Hendaknya engkau bertaubat, kalau tidak, akan aku kenakan hukum ta’ziir kepadamu!”

Alangkah terperangah Anas. Bagaimana Utsman bisa tahu? “Subhanallah!”, serunya, “Apakah masih turun wahyu sesudah Rasulullah wafat?”

“Tidak, Ini hanya firasat seorang mukmin.”

Maka hari itu, di tengah majelis Utsman yang syahdu, Anas terngiang-ngiang sabda sang Nabi. “Takutlah akan firasat seorang mukmin”, kata beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. ” Sesungguhnya hatinya melihat dengan cahaya Allah.” []

Sumber: Diketik ulang dari “Jalan Cinta Para Pejuang” karya Salim A Fillah



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline