Breaking News
gambar: Ummi Online

Tak Selalu Tentang Menanti, Ini Dia Batas Kesabaran!

Sabar selama ini diidentikan dengan penantian. Dengan alasan kesabaran seorang perempuan rela menanti orang yang dikasihinya bertahun-tahun menggantungnya tanpa ikatan yang jelas. Sering pula sebagian orang dengan alasan kesabaran ini menjadi lambatdalam mengambil keputusan.

Kesabaran tidak selalu berarti penantian, sebagaimana  yang dikatakan Ustad Salim A Fillah, “Aku bukan tak sabar, hanya tak ingin menanti

Karena berani memutuskan adalah juga kesabaran

Karena terkadang penantian

membuka pintu-pintu syaithan.”

Penantian berkepanjangan sungguh rawan akan adanya godaan-godaan syaithan. Sabar adalah bukan selalu tentang penantian sebagaimana dikutip dari buku jalan cinta para pejuang, bahwa ada tiga kategori sabar.

 

Tiga kategori sabar yang ditentukan Al-Qur’an. Ketiganya adalah sabar dalam menghadapi mushibah dan ujian, sabar dalam ketaatan, serta sabar untuk menjauhi kemaksiatan. Sabar dalam menghadapi mushibah dan ujian, adalah sebagaimana yang Allah firmankan:  “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang ang sabar. Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” (QS. Al-Baqarah: 155-156)

Yang kedua sabar dalam menaati Allah, contohnya adalah apa yang Allah firmankan: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (QS. Thahaa: 132)

Yang ketiga, kesabaran untuk menjauhi kedurhakaan. Ini kita lihat, kita dengar, dan kita hayati dari sang pemuda tampan:

Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS. Yuusuf: 33)

Karenanya ketika ada yang bertanya: ” Apakah sabar ada batasnya?” Maka jawabannya adalah ada. Batas itu adalah garis yang memisahkan ketaatan kepada Allah dengan pintu-pintu peluang untuk mendurhakainya. Dan di situlah kita temui sebuah kesabaran sejati. []

Sumber: Salim A Fillah. Jalan Cinta Para Pejuang. Pro U Media.Yogyakarta:2008.



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Dua Macam Kebaikan yang Harus Dipahami

kebaikan yang dilakukan untuk mendapatkan kerihdaan manusia, misalnya karena ingin mendapatkan uang, atau yang bersangkutan dengan hal duniawi tidak ada sangkut pautnya dengan urusan akhirat atau mencari Ridha dari Allah SWT, maka balasan yang akan kita dapatkan tentu saja dari manusia juga.

Tinggalkan Balasan