Breaking News
Tidak Sah Talak
Foto: ukhti Indonesia

Ini 4 Alasan Pasutri Sebaiknya Tidak Ribut Saat Ramadhan

Ukhti, cekcok dalam rumah tangga itu adalah hal yang biasa. Namun, sebaiknya kita bisa menahan diri agar tidak ribut dengan suami selama bulan Ramadhan ini. Mengapa sebaiknya pasutri tidak bertengkar atau ribut, terutama ketika bulan Ramadhan?
1. Ramadhan adalah bulan suci mulia yang datang hanya setahun sekali membawa banyak keutamaan

Ibaratnya ada tamu istimewa datang, pantaskah kita ribut dan bertengkar di depan tamu? Jika itu masih kita lakukan, bukankah berarti kita tidak menghormati tamu tersebut?

Demikianlah yang terjadi jika kita ribut dan bertengkar dengan pasangan hidup di kala telah memasuki Ramadhan.

Hormatilah bulan mulia ini, janganlah bertengkar hanya karena menuruti ego dan syahwat.

2. Bisa jadi kehilangan berkah Ramadhan

Ramadhan membawa banyak keberkahan dan pembakaran dosa. Sungguh rugi jika kita kehilangan kesempatan mendapat berkah dan ampunan ini hanya karena ulah pasangan kita yang mungkin sengaja memancing keributan.

3. Ramadhan sarana terbaik melatih kesabaran

Bukankah tujuan Ramadhan adalah ketaqwaan? Salah satu ciri orang bertakwa berdasarkan al quran surah Ali imron ayat 134 adalah kemampuan menahan amarah, bersabar mengelola emosi.

Jadi, manfaatkanlah Ramadhan ini untuk belajar menahan amarah dan mengendalikan diri. Jika pasangan mengajak ribut, katakanlah bahwa diri kita sedang berpuasa. Hal ini lebih bik daripada menyiram kobaran api dengan bensin.

4. Kalah jadi abu, menang jadi arang

Bukan hanya di bulan suci, bahkan pada bulan biasa pun sebaiknya menghindari pertengkaran dengan pasangan hidup. Apa nikmatnya bertengkar? Yang kalah jadi abu, yang menang jadi arang. Sama-sama habis terbakar.

Ada baiknya diskusikan bersama dengan kepala dingin apa solusi terbaik dari permasalahan yang dihadapi.

Semoga yang sedikit ini bisa membantu mengingatkan. []

Sumber: Ummi Online



Artikel Terkait :

About Mila Zahir

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan