Breaking News
Picture: Pinterest

Kondisi Ini Uji Cinta Suami pada Istri

Walau hanya dengan kerikil-kerikil kecil, setiap rumah tangga pasti Allah SWT beri ujian. Mungkin kita akan bertanya, untuk apa Allah menguji rumah tangga kita? Jawabannya sederhana, agar kadar keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT bisa naik level. Selain itu, jika berhasil melewatinya, maka Insyaallah rasa cinta di antara suami istri akan bertambah.

Berikut ini beberapa kondisi yang biasanya menguji cinta suami pada istrinya. Kondisi apa saja yang dimaksud?

1. Kemapanan bertambah

Banyak orang yang mengatakan bahwa cinta istri diuji ketika sang suami belum punya apa-apa, sedangkan cinta suami diuji ketika dia sudah memiliki segalanya.

Ketika masih berjuang, istrinya seolah menjadi wanita paling sempurna di dunia. Namun, saat sudah mapan dan dielu-elukan, sang suami baru sadar bahwa istrinya bukan satu-satunya wanita cantik di dunia ini. Di saat inilah keteguhan hati suami diuji. Apakah ia tetap berkomitmen setia hanya dengan istrinya atau mencoba bermain api di belakang?

Laki-laki yang baik pastilah menghargai istrinya. Dia tidak akan tega dan sampai hati menyakiti hati seseorang yang menemaninya sejak awal perjuangan, bukan saat enaknya saja.

2. Istri belum juga hamil

Istri belum juga hamil, padahal usia pernikahan sudah lama. Akankah hal ini membuat sang suami menyalahkan istrinya? Atau, dia akan mencoba mencari solusinya bersama-sama? Toh, bisa saja yang bermasalah si suami, bukan istri.
3. Istri hamil dan melahirkan

Bila istri belum juga hamil bisa jadi ujian cinta suami, pun saat istri hamil dan melahirkan. Dua kondisi tersebut menyebabkan fisik wanita berubah. Sekalipun dia sudah berolahraga teratur, perbedaan itu tetaplah ada. Apakah suami masih tetap mencintai istri ketika istrinya sudah tidak semenarik dulu? Apakah sang suami bisa tetap setia menunggu istrinya langsing seperti sedia kala? Atau, sebaliknya?

4. Istri stagnan

Sebelum menikah, istri bisa jadi adalah bintang berkilau: cantik, cerdas, idealis, menarik, aktif, & berwawasan. Tapi ketika sudah menikah terlebih punya anak di mana kegiatan sehari-harinya lebih banyak diisi oleh hal-hal seputar urusan ibu rumah tangga, kilau tadi semakin lama semakin redup. Istri bisa jadi sudah lupa jika dulu primadona. Orang-orang sekitar juga lupa bahwa dia dulu lulusan terbaik. Bahkan sang suami juga bisa jadi lupa bahwa dia dulu begitu kagum dengan istrinya yang dinilai sempurna.

Sedangkan suami, alih-alih mengejar karier demi hidup mapan bersama keluarga, kondisinya berkebalikan. Bisa jadi sebelum menikah dia bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, tapi setelah menikah dia melesat pesat seperti meteor.

Jika hal tersebut tidak segera diatasi, konflik bisa terjadi. Suami merasa istri tidak bisa mengimbangi. Sementara, di luar sana sang suami terbiasa berinteraksi dengan wanita-wanita yang menawan dan penuh pesona.

Namun, sekali lagi, laki-laki yang baik akan memahami pengorbanan istrinya. Baginya sang istri tetap dan selalu berkilau, hanya “panggungnya” saja yang berbeda. Suami yang baik justru merasa beruntung karena ia dan anak-anaknya diurus oleh wanita yang dulunya lulusan terbaik dan penuh pesona.

5. Istri berubah

Dulu romantis, sekarang cerewet. Dulu muda, sekarang tua. Dulu rapi, sekarang sering berantakan. Suami yang lemah iman akan bermain belakang ketika merasa istrinya sudah berubah.

Loading...

Sudaraku, dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad mengatakan bahwa sebaik-baik laki-laki adalah yang paling baik kepada istrinya. Maka cintailah istri Anda dan bersikap baiklah kepadanya. []

Sumber: Ummi Online



Artikel Terkait :

About Mila Zahir

Check Also

Ingin Rezeki Suami Lancar? Lakukan Amalan Ini

Istri yang sosoknya terlihat lemah, ternyata memiliki energi yang luar biasa. Sebagai seorang istri, wanita mampu menjadi inspirasi yang mampu menghantarkan sang suami ke jenjang kesuksesan yang sepintas mustahil dijangkaunya.

Tinggalkan Balasan