Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Antara Lubna dan Perpustakaan Kordoba

0

Pada masa kejayaan Islam di Andalusia, Spanyol. Banyak tokoh yang berhasil dilahirkan. Baik Perempuan maupun laki-laki. Salah satu tokoh perempuan yang lahir dari peradaban tersebut adalah Lubna, pejuang dari Cordoba yang dimuliakan karena buku dan bakat- bakatnya.

Tidak banyak ditemukan tulisan mengenai Lubna. Seorang penulis betnama Shamsie berpendapat bahwa ada alasan untuk tidak percaya tentang sosok Lubna yang disebutkan tersebut karena bisa jadi Lubna merupakan sosok perwujudan dari dua atau mungkin tiga wanita di Istana Kordoba saat itu.

Namun berdasarkan cerita yang beredar Lubna adalah putri asli Spanyol yang pada abad ke-10 yang tumbuh di lingkungan istana khalifah Abdurrahman III (931-961)  dari Bani Umayah. meskipun ada jga yang mengatakan sebelum itu ia lahir sebagai seorang budak perempuan Spanyol. Namun, khalifah Abdurrahman membebaskannya karena melihat bakatnya yang istimewa.  Lubna dikenal sebagai sosok Muslimah yang banyak mempunyai peran dan bakat. berdasarkan beberapa sumber, dikatakan bahwa Lubna merupakan seorang penyair,penerjemah, juru tulis, sekretaris pribadi, dan ahli matematika.

Lubna kemudian dipercayakan untuk memimpin perpustakaan di Istana Kordoba. dalam menjalankan tugasnya sebagai pustakawan, Lubna bertanggung jawab untuk memper- oleh buku perpustakaan sehingga dia pun pernah melakukan perjalanan ke Kairo, Da- maskus, dan Baghdad.

Shingga menjadi pustakawan di perpustakaan terbesar pada masa itu dan melakukan perjalanan-perjalanan besar untuk memperoleh buku merupakan prestasi yang besar bagi seorang muslimah. []

sumber: www.republika.co.id

 

 



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline