Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Ya Rasulullah, Munafik-kah Hanzhalah?

0

Telah menceritakan kepada kami Yahyaa bin Yahyaa At-Taimiy dan Qathn bin Nusair -lafazhnya milik Yahyaa-, telah mengkhabarkan kepada kami Ja’far bin Sulaimaan, dari Sa’iid bin Iyaas Al-Jurairiy, dari Abu ‘Utsmaan An-Nahdiy, dari Hanzhalah Al-Usayyidiy -radhiyallaahu ‘anhu-, -Hanzhalah termasuk salah seorang juru tulis Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam- ia berkata :

Abu Bakar -radhiyallaahu ‘anhu- berjumpa denganku, ia menyapaku, “Bagaimana keadaanmu, wahai Hanzhalah?” Aku menjawab, “Munafik-lah Hanzhalah!” Abu Bakr terkejut seraya berkata, “Subhanallah! Apa yang kau katakan?” Aku berkata, “Kami pernah berada di sisi Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam ketika beliau sedang mengingatkan kami mengenai neraka dan surga hingga seakan-akan kami melihatnya dengan mata kepala kami. Akan tetapi ketika kami beranjak dari sisi beliau Shallallaahu ‘alaihi wasallam, kami kembali tersibukkan dengan istri-istri dan anak-anak kami, kami kembali melakukan perbuatan-perbuatan yang sia-sia dan kami banyak lalai.” Abu Bakr berkata, “Demi Allah, sesungguhnya kami pun sering seperti itu.”

Tlisan tersebut dilatar belakangi ketika suatu hari hanzahalah dan sahabat lainnya menghadiri Majelis Rasulullah saw. Beliau menyampaikan nasihat kepada mereka. Dan nasihat tersebut melembutkan hati sehingga mereka menangis mencucurkan air mata, seolah-olah surga dan neraka, ada dihadapan mereka.

Namun sepulangnya dari Majelis Rasulullah saw. dia kembali ke rumah menemui anak-istrinya, kembali bercanda dengan anak-anak dan bercumbu dengan istrinya.Masalah dunia mulai diperbincangkannya. Suasana di rumah berbeda sekali dengan suasana di Majelis Rasulullah saw. Karenanya Hanzhalah berkata dalam hati, “Hanzhalah, engkau kini telah menjadi munafik! Hal itu dikarenakan kondisinya saat berada di majelis berbeda dengan saat berada di rumah.

Hanzhalah merasa sangat sedih dan kecewa terhadap dirinya. Ia pun keluar rumah dan berkata, “Hanzhalah telah menjadi munafik!” Disitulah ia bertemu dengan Abu Bakar. Sebagaimana dituliskan Hanzhalah di awal.

Maka bertolaklah Hanzhalah dan Abu Bakr menuju kediaman Rasulullah hingga keduanya memasuki kediaman beliau Shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Di kediaman Rasul Hanzhalah berkata,”Ya Rasulullah, saya telah menjadi orang munafik.”

Nabi saw. bertanya,”Apa yang telah terjadi?”

Hanzhalah berkata,”Ya Rasulullah, jika kami berada di majelismu dan engkau menceritakan tentang surga dan neraka kepada kami, kami merasa takut. Tetapi jika kami kembali kerumah menjumpai anak istri kami, bercanda dan bermain bersama mereka, kami melupakan surga dan neraka.”

Maka bersabdalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, jika kalian menetapi perbuatan ketika kalian berada di sisiku dan ketika berdzikir, niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian dalam setiap bentang perjalanan hidup dan langkah-langkah kalian, namun (ingatlah) wahai Hanzhalah! (Yang demikian itu akan kau dapatkan jika kau rutinkan) sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu.” Beliau mengucapkannya tiga kali.”

Sumber:

https://muhandisun.wordpress.com

https://muslimahzone.com

 



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline