Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Inilah Cinta Rasulullah kepada Aminah

0

Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf bin Zahrah adalah ibu kandung Rasulullah saw. Setelah dititipkan pada ibu susuannya Tsuwaibah sampai usianya 5 tahun. Rasulullah dikembalikan kepada Aminah dan tinggal bersama ibu kandungnya itu hingga kemudian Aminah meninggal saat usia Rasulullah 6 tahun. Aminah meninggal ketika Rasulullah sedang dibawanya mengunjungi pamannya,  Bani Addi bin Najjar yang berada di Madinah. Saat-saat kebersamaannya bersama ibu tercinta di rumah pamannya masih membekas di ingatan Rasulullah. Hingga Ibn Said mengatakan, “Ketika Rasulullah melakukan Umrah Hudaibah, tepatnya ketika berada di Al-Abwa’, beliau berkata, “ Sesungguhnya Allah telah mengizinkan Muhammad untuk mengunjungi makam ibunya.”

Saat mengunjungi makam ibunya Rasulullah memperbaiki kuburannya, kemudian menangis di dekatnya hingga kaum Muslimin ikut menangis. Ketika kaum muslimin berkata mengenai hal itu Rasulullah berkata, “Sungguh aku masih mengingat kasih sayangnya hingga membuatku menangis.”

Walaupun hanya sebentar ia tinggal bersama ibu kandungnya tetapi Rasulullah sangat mengasihi beliau. Setiap kali ingatan mengenai ibunya hadir ia selalu berdo’a untuk memintakan ampunan kepada Allah agar ibunya itu diterima dan diberi kasih sayang oleh-Nya. Rasululah pun memerintahkan kaum muslimin untuk memperlakukan kedua orang tua mereka, khususnya seorang ibu dengan perlakuan yang baik.

Dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, “Ketika datang seorang laki-laki menghampiri Rasulullah dan kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak akau perlakukan dengan sebaik-baiknya?.” Rasulullah menjawab “Ibumu”. Laki-laki itu berkata lagi, “Kemudian siapa?”. Rasulullah menjawab “Ibumu.” Laki-laki itu berkata lagi. “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab “Ibumu.” Laki-laki itu bertanya lagi. “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Ayahmu.”

Sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, “Ketika seorang laki-laki menghampiri Rasulullah untuk meminta izin berjihad, maka Rasulullah berkata, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Laki-laki itu menjawab, “Iya.” Rasulullah lantas berkata, “Minta izinlah terlebih dahulu kepada keduanya, dan kemudian berjihadlah.”

Rasulullah merupakan anak yang berbakti dan sangat memuliakan orang tua. Ia tidak pernah membenci kedua orang tuanya walaupun hanya sesaat merawatnya. Bandingkan dengan kondidi saat ini. Ada banyak anak yang beralasan berbuat buruk karena ketidak hadiran kedua orang tuanya. Kendati pun hal-hal tersebut memang melukai psikologi mereka. Tetap saja tidak bisa dijadikan suatu alasan berbuat buruk. Rasulullah adalah tauladan dalam memuliakan orang tua. Ia tidak pernah marah walau hanya sesaat menikmati indahnya kasih sayang ibu kandungnya. Begitu mulianya ahlak Rasulullah yang harus dijadikan acuan bertindak. []

Sumber: Cara Rasulullah SAW Memperlakukan Wanita. Samiyah Manisi. Azhar Risalah: Kediri: 2010



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline