Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Ini Cara Rasulullah Kembalikan Putrinya Pada Allah

0

Berbicara mengenai indah perilaku Rasulullah sungguh tidak akan ada habisnya. Sikapnya yang begitu santun, penuh kasih, dan begitu menawan sangat patut dijadikan teladan juga pelajaran dalam menjalankan segala kehidupan. Rasulullah adalah sosok ayah yang sangat baik dan penyabar. Ia dengan sepenuh hati merawat anak-anaknya. Hingga kematian putri terkasihnya pun Rasullah teap memposisikan diri sebagai ayah yang penuh kasih.

Umi Kultsum adalah putri ketiga Rasulullah. Ia selalu berada di Mekah menemani ibu dan saudara perempuannya. Sebelum masa kenabian Ia pernah dinikahi oleh Utaibah bin Abu Lahab, namun segera bercerai sebelum melakukan hubungan badan. Umi Kultsum bersyahadat dan berbaiat kepada Rasulullah saw. juga berhijrah menuju Madinah bersama dengan saudara perempuannya yang lain.

Setelah berada di Madinah ia dengan setia menemani ayahnya. Hingga ketika Ruqqayah saudara perempuannya yang merupakan istri Utsman bin Affan meninggal. Umi Kultsum dinikahi oleh Utsman bin Affan karena perintah Allah pada tahun ke-3 hijriah. Sebab itulah Utsman mendapat julukan Dzunnurain (seorang yang memiliki dua cahaya) karena telah menikahi dua putri Rasulullah.

Setelah dinikahi Utsman Umi Kultsum tidak tinggal lagi bersama Rasulullah dan tinggal bersama suaminya. Ia setia kepada suaminya hingga kematiannya tahun ke-9 Hijriah pada bulan Sya’ban.  Kecintaan Rasulullah pada putrinya ini begitu besar. Ia sendiri yang mengajarkan perempuan-perempuan tua untuk memandikan putrinya yang lebih dahulu meninggalkannya itu.  Rasulullah juga menshalatkan putri terkasihnya, kemudian duduk digalian kuburnya dan ia pula yang meletakan putrinya ke dalam lubang galian tersebut. Rasulullah melakukan itu semua dengan penuh kasih dan kesabaran.

Anas bin Malik berkata, “Aku melihat Nabi saw. duduk diatas kuburan Umi Kultsum dengan berlinangan air mata.”  Itulah gambaran kasih sayang dan kesabaran Rasulullah. Kendati pun berkali-kali ditinggal oleh orang terkasihnya dengan penuh kesabaran Rasulullah tidak pernah mengutuk takdir-Nya. Setiap ayah harus mencontoh perlakuan Rasulullah. Ia paham betul bahwa anak hanyalah titipan yang kapan saja ia boleh diambil oleh pemiliknya. Ketika anak diberikan oleh Allah dalam keadaan penuh rahmat dan kasih sayang kembalikanlah ia juga dengan kasih sayang, mandikan dan shalatkan dengan penuh kesabaran. Mari mengambil pelajaran dari perilaku Rasulullah yang menjadi bagian utama dalam mengurus jenazah putri terkasihnya. []

Sumber: Cara Rasulullah SAW Memperlakukan Wanita. Samiyah Manisi. Azhar Risalah: Kediri: 2010



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline