Breaking News
Picture: Sujanews.com

Ini 2 Peredam Murka Allah, Shalihah Rawatlah Mereka!

Berapa juta manusia yang telah melumuri dirinya denan dosa, seakan ia lupa bahwa ada hari perhitungan setelah kehidupan dunia ini. Berapa banyak pula manusia yang telah nekat dengan menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam ‘lembah hitam’ kehinaan fatamorgana dunia. Seakan ia juga lupa bahwa dirinya selalu bersama Tuhannya.

Manusia yang seolah tak tahu berterima kasih terhadap Allah. Padahal setiap saat Allah selalu menutupi kebutuhan hidupnya yang paling penting. Diantaranya nafas, udara, air, tanah dan api. Misalnya saja nafas yang dilakukan oleh manusia, setiap menitnya sebanyak 16 kali. Dimana setiap hirupan nafas tersebut mengandung bermacam-macam zat. Baik zat asam, xenon, zat lemas, atau lain sebagainya. Setiap zat telah ditentukan kadarnya oleh Allah. Tidak boleh kurang juga tidak boleh lebih. Jika terdapat kekurangan atau kelebihan zat, maka kan berdampak sangat buruk buat kehidupan manusia.

Udara yang dihirup manusia, setap kalinya bervolume setengah liter. Seakan-akan Allah ta’ala meracik kandungan zat udara buat nafas manusia. Setelah beres racikannya, lalu disodorkan kepada manusia untuk dihisap. Namunsetelah manusia berhasil menghisapudara tersebut bukannya berterima kasih kepada ilahi, tapi malah bikin dosa. Na’udzubillah.

Kendati demikian, apa kemudian Allah murka dengan menurunkan berbagai macam adzab kepada manusia? Tidak! Allah terkenal dengan julukan ar-Rahman dan ar-Rahim-Nya. Kasih sayang-Nya tidak akan ternoda dengan menyakiti manusia lewat azab.

Padahal kalau difikir secara akal manusiawiyah, seharusnya Allah sudah akan menghancurkan dunia ini dan seisinya lantaran  hampir semua manusia tidak luput dari dosa. Rasulullah pernah bersabda, bahwa ketika seorang saja melakukan tindak perzinahan, maka sang azab akan menerkam 41 rumah sekelilingnya. Yakni 41 rumah ke depan, 41 rumah ke belakang, 41 rumah ke samping kanan dan kiri.

Namun sampai ternyata hingga kini azab tidak juga turun. Kemurkaan Allah seakan teredam. Tahukah anda siapa yang mampu meredam angkara murka Allah? Rasulullah pernah menyampaikan hal ini kepada seluruh umat manusia di muka bumi , agar setelah manusia mengetahuinya, mereka akan mampu merawat, mengasihi, serta menyayangi manusia-manusia yang mampu meredam murka Allah.

Orang yang dapat meredam murka Allah tersebut yang pertama adalah orang-orang  tua yang gemar beribadah. Apabila telah punah orang-orang semacam ini maka peredam amarah Allah telah berkurang satu. Dan yang satunya lagi adalah bayi-bayi yang masih menyusu. Sebagaimana dikisahkan ketika Rasulullah mengusir seseorang yang dipenuhi dosa. Tak lama kemudian malaikat Jibril mendatangi Rasulullah dan menegurnya. “Mengapa kau membuat putus asa pelaku maksiat yang memiliki pelebur dosa sekalipun dosanya banyak.” “Apa pelebur dosanya?” Tanya Nabi. “Ia punya anak kecil. Setiap ia pulang, anak kecil itu menyambutnya. Lntas lak-laki itu memberikan makanan atau sesuatu yang membuat gembira anaknya. Apabila anak kecil itu bergembira maka itulah pelebur dosanya.”

Nyatalah bahwa kegembiraan anak-anak adalah pelebur  dosa dan penyelamat dari neraka sebagaimana firman Allah, “Harta dan anak-anak kalian sesungguhnya adalah cobaan, dan Allah mempunyai pahala yang besar dari cobaan itu.” (QS. Al-Anfal: 28). Rawat, kasihi, dan sayangilah mereka sebab karena atas izin Allah mereka dapat menjadi peredam murka Allah. []

Diketik ulang dari: Ketika Allah Tersenyum. Mahfudin. Irsyad Press: Ciputat. 2010



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan