Breaking News
Picture: Twitter

Dia adalah Cucu Rasulullah dan Istri Ali bin Abu Thalib

Umamah adalah cucu pertama Rasulullah. Ia adalah anak dari Zainab putri Rasulullah dan Abu al ‘Ash. Zainab dan Abu al ‘Ash menikah sebelum wahyu diturunkan kepada Rasulullah. Abu al Ash adalah bukan seorang pria yang beriman. Walaupun ayahnya bukan seorang yang beriman Umamah disusui dan dididik dengan nilai-nilai luhur dan akhlak yang baik.

Dalam kebahagiannya bersama Umamah, Zainab juga merasa sedih, karena terpisah dengan ayah dan adik-adiknya. Terlebih saat suaminya bergabung dengan pasukan Quraisy untuk menyerang Rasulullah di perang Badar. Kekalahan kaum Quraisy dari umat Islam di Perang Badar menyebabkan Abu al ‘Ash tertawan. Karena itu Zainab memberikan kalung pemberian ibunya untuk menebus suaminya.

Umat Islam membebaskan Abu al ‘Ash dengan syarat merelakan Zainab tinggal di Madinah. Abul ‘Ashpun menyetujuinya. Ia menepati janjinya. Akhirnya Zainab dan Umamah bisa tinggal bersama Rasulullah SAW di Madinah.Sejak itu, Umamah diasuh dalam pengawasan Rasulullah SAW yang selalu memberi kasih sayang, cinta dan kehangatan.

Tak selang berapa lama Abu al ‘Ash menerima cahaya Islam dan bersyahadat. Karena itu Rasulullah SAW mengembalikan Zainab sebagai istrinya. Rasulullah sangat senang dengan keislaman Abu al ‘Ash. Kehadiran Abu al ‘Ash melengkapi kebahagian yang dirasakan oleh Umamah.

Pada permulaan tahun 8 H, Zainab meninggal. Umamah selanjutnya diasuh oleh Fatimah, bibinya. Fatimah mendidik Umamah dengan kasih sayang yang sama dengan yang diberikan untuk putra-putrinya, Al-Hasan, Al-Husain, Zainab dan Ummu Kultsum.Pada bulan Rabi’ul Awal, tahun 11 H, Rasulullah SAW meninggal dunia. Dan 6 bulan setelahnya bibinya Fatimah pun meninggal.

Orang terkasih Umamah ayahnya pun mulai sakit-sakitan dan sering terbaring di kasur. Sebelum akhirnya meninggal pada tahun 12 H. Sebelumnya Abu al ‘Ash memberi wasiat pada putra pamannya, Zubair bin Al ‘Awwam ra untuk menjadi pengasuh sekaligus wali bagi Umamah. Ia tinggal bersama Zubair dan juga istrinya, Asma’ binti Abu Bakar ra. yang sangat memuliakan Umamah.

Pada masa kepemimpina Umar bin khatab Umamah dipinang oleh Ali bin Abi Thalib. Sebagian riwayat menyatakan keputusan Ali ini sesuai wasiat Fatimah Az-Zahra sebelum wafat. Fatimah ingin agar anak-anaknya aman dibawah asuhan Umamah. Selama menikah Ali dan Umamah tidak dikaruniai anak. Sehingga Umamah melimpahkan kasih sayang pada anak-anak Fatimah. Umamah pun setia mendampingi Ali hingga wafatnya pada 17 Ramadhan tahun 40 H.

Sebelum wafat, Ali berpesan agar Umamah menikah dengan Mughirah bin Naufal Al-Harits ra, sahabat Ali. Pesan ini telah sampai di tangan Mughirah. Namun Setelah usai masa iddah, Muawiyah bin Abi Sufyan yang merupakan seorang raja kala itu lah yang melamar Umamah. Uamamah tidak ingin mengingkari wasiat sang suami. Ia mengutus seseorang menemui Mughirah untuk mengabarkan adanya pinangan dari Muawiyah bin Abi Sufyan. Dan Mughirah pun segera meminangnya. []

Sumber: http://www.majalahnurhidayah.com

 



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Anak Gembala yang Amanah

“Hei anak muda, engkau berpuasa di hari yang panas sambil menggembala pula?”

Tinggalkan Balasan