Breaking News
Foto: muslimmarriageevents.info

Nasihat di Malam Pengantin

Inilah salah satu contoh wasiat seorang bapak kepada putrinya yang telah melangsungkan akad nikah di malam pertamanya. Sang bapak berpakat, “Wahai putriku, ketahuilah:

  1. Ketentramanmu sangat bergantung pada suamimu, karena bahagia atau sengsaranya salah satu pasangan sangat ditentukan oleh yang lainnya. Waspadalah dari segala perkara yang dapat memicu kebencian.
  2. Taatilah suamimu dengan sungguh-sungguh. Hindari sikap ejekan, hinaan, celaan dan pembicaraan ngelantur. Hindari sikap berlebihan karena itu menjadi kunci talak.
  3. Jagalah kesehatanmu, hindarilah segala bahan kosmetik yang menipu kecantikan wajah dan merusak penampilanmu.
  4. Kerjakanlah seluruh tugas dan kewajibanmu. Ketahuilah, semua urusan luar rumah menjadi urusan pribadi suamimu, dan semua pekerjaan dan tugas dalam rumah menjadi tanggungjawab pribadimu.
  5. Ketahuilah setiap laki-laki yang lembut dan shalih selalu mendambakan istri yang cerdik, cekatan, dan pandai menyembunyikann berbagai macam keluhan.
  6. Rapikah segala urusanmu dan jangan sekali-kali membocorkan rahasia rumah tanggamu kepada orang lain.
  7. Janganlah kamu membuka surat-surat suamimu tanpa seizinnya dan jangan sampai kamu merengek-rengek untuk mengetahui sesuatu yang dirahasiakan oleh suamimu.
  8. Jagalah sesuatu yang menjadi penyebab perselisihan dengan suamimu. Dan jangan sampai orang lain tahu tentang rahasia perselisihan rumah tanggamu.
  9. Peliharalah nasihat ini dan bacalah minimal sekali dalam sebulan serta pergilah! Semoga Allah menjagamu.”

Sebagai catatan terkahir, tidak boleh seorang pengantin menampakkan auratnya kepada para tamu undangan kecuali pada mereka yang memiliki hubungan mahram. Karena Allah telah menjadikan aturan dalam masalah ini secara lengkap dan sempurna. []

Sumber: Cerdas Memilih Jodoh/karya: Zaenal Abidin bin Syamsudin/penerbit: al-Manar



Artikel Terkait :

About Mila Zahir

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan