Breaking News
gambar: tutugon

Ini yang Harus Diperhatikan Muslimah Sebelum Memiliki Hewan Peliharaan

Saat ini banyak musllimah yang gemar memelihara hewan. Dimulai kucing, burung, iguana dan hewan-hewan lainnya. Biaya memelihara hewan-hewan ini pun cukup mahal, dimulai biaya makanannya, biaya perawatan hingga kesehatan. Lantas apakah Islam memperbolehkan muslimah memelihara hewan? Sebelum itu sebaiknya muslimah menjawab beberapa pertanyaan ini terlebih dahulu,

1. Adakah fakir miskin disekitar rumah? Siapakah yang lebih berhak untuk anda beri makan; buaya, burung, kucing, kura-kura ataukah saudara anda yang sering kali tidak memiliki makanan atau pakaian?

2. Manakah yang lebih berguna bagi kehidupan muslimah: memelihara kucing, kura-kura, laba-laba atau bersedekah kepada fakir miskin?

3. Manakah yang lebih mendatangkan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup; memelihara burung, kucing atau menyantuni fakir miskin?

4. Andai Anda adalah orang fakir, dan melihat ada tetangga yang habis-habisan membelanjakan uang banyak untuk menghidupi hewan peliharaanya. Sementara Anak-anak anda menagis kelaparan, dan suami Anda sakit sedang Anda tidak memiliki uang untuk berobat. Bagaimana perasaan Anda?

Setelah menjawab pertanyaan tersebu perhatikanlah kriteria ini,

1. Hewan yang dipelihara bukan hewan yang najis secara dzatnya (najis ‘ain/hissi), Kaidah fiqih menetapkan : “Tidak boleh memanfaatkan najis secara mutlak.” (Mahmud Abdul Lathif).

Kecuali jika memelihara anjing untuk menjaga ternak atau membantu dalam berburu, hal ini diperbolehkan Nabi SAW bersabda, ”Barangsiapa memelihara anjing, kecuali anjing untuk menjaga ternak atau berburu, akan berkurang pahala amalnya tiap hari sebanyak satu qirath.”(HR Muslim).

2. Harus dipelihara dengan baik dan tidak boleh dibiarkan terlantar. sabda Nabi SAW, ”Seorang perempuan masuk neraka karena seekor kucing yang diikatnya. Perempuan itu tidak memberinya makan dan tidak pula membiarkannya lepas agar dapat memakan binatang-binatang bumi.”(HR Bukhari).

3. Hewan peliharaan tersebut tidak berbahaya bagi dirinya dan tetangganya. Dalilnya sabda Rasulullah SAW, ”Tidak boleh menimbulkan bahaya bagi diri sendiri atau bahaya bagi orang lain dalam Islam ” (HR Ibnu Majah)

4. Tidak memelihara dengan tujuan yang buruk. Misalnya memelihara ayam untung sabung ayam dan berjudi. “Segala sarana menuju yang haram, hukumnya haram. “(Taqiyuddin An Nabhani). []

Sumber:

https://muslim.or.id

https://ummionline.com



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan