Breaking News
Foto: Fotolia

Jika Seperti Ini, Istri Boleh Bekerja

Bekerja dan mencari nafkah adalah kewajiban seoang suami. Namun saat ini banyak pula istri yang bekerja diluar rumah. Tujuannya ada yang untuk membantu suaminya ada pula alasan lainnya. Dalam urusan bekerja diluar rumah ada dua macam jenis pekerjaan yang dilakukan perempuan di luar rumah. Yakni bekerja dengan keluarga dan bekerja diluar keluarga.

Maksud bekerja dengan keluarga adalah misalnya seorang istri membantu suaminya di ladang, sawah atau perternakan mlik suami disamping tugas utamanya sebagai seorang istri dan ibu, seperti merapihkan rumah, memasak dan hal-hal lainnya. Pekerjaan semacam itu pernah dilakukan oleh Asma binti Abu Bakar, ia mekatakan “Aku membawa makanan untuk suamiku dalam jarak beberapa kilo meter, memberi minum kuda, memberinya makan, dan mengisi tempat air.”

Untuk bekerja diluar rumah pada yang bukan keluarga maksudnya adalah bekerja kepada orang lai. Misalnya bekerja di pabrik, di restoran, di kanto dan tempat-tempat lainnya. Pekerjaan jenis ini apabila terpaksa dilakukan atau darurat maka perampuan diperbolehkan melakukannya. Tapi dalam urusan bekerja di luar rumah pada orag lain harus memenuhi tiga ketentuan, yaitu:

1.Tidak memakai pakaian yang menampakan aurat, sehingga bisa menimbulkan rangsangan.

2.Tidak berdandan berlebih-lebihan dan memakai wewangian.

3.Tidak berdesak-desakan dengan kaum pria.

Itulah ketiga syarat yang harus dipenuhi untuk menjaga harga dirinya dan suami. Apabila tidak dapat dipenuhi sebaiknya seorang istri berdiam diri di rumah. []

Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab. Mutawalli asy-Sya’rawi.Gema Insani: Jakarta. 2007



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Mengajarkan Adab Masuk Kamar Mandi pada Anak

Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki kamar mandi, lalu dia mengucapkan 'bismillah'

Tinggalkan Balasan