Breaking News
Foto: About Flowers Informations

Cara Rasulullah Memperlakukan Istrinya

Rasulullah adalah suami yang adil terhadap istri-istrinya, baik dalam urusan nafkah lahir maupun bathin. Beliau selalu mengundi istri-istrinya saat hendak pergi melakukan perjalanan atau peperangan, sehingga yang keluar dalam undian tersebut akan menemaninya dalam perjalanan maupun peperangan. Lalu dalam sebuah hadst dikatakan bahwa Rasulullah tidak memberikan jatah malanya kepada seorang istrinya. Apakah hal tersebut karena beliau tidak Adil?

Adalah Saudah bin Zam’ah, istri yang dinikahi Rasulullah saat usia Saudah sudah tua dan mengalami menopuse. Saudah sangat khawatir Rasulullah akan menceraikannya karena Rasulullah tidak ingin mendzalimi Saudah. Hal ini disebabkan wanita yang sudah menopuse akan mengalami kesakitan saat berhubungan adan. Karena itu Saudah berpikir Rasulullah tentu tidak akan mungkin mendzaliminya dan memilih untuk menceraikannya. Kemudian ia memberikan jatah malamnya kepada Aisyah agar ia tidak diceraikan dan tetap menjadi istri Rasulullah hingga akhir hayatnya.

Dalam sahih Bukhari dikemukakan, “Rasulullah memiliki sembilan istri. Yang delapan mendapat jatah malam, sedangkan yang satu tidak. Hali itu karena Saudah telah memberikan jatah malamnya kepada Aisyah.”

Dalam hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik, “Sudah menjadi bagian dari kesunahan, jika engkau menikahi perempuan yang masih perawan, maka tinggallah bersamanya selama tuuh hari. Dan jika engkau menikahi seorang janda, maka tinggalah bersamanya selama tiga hari.”

Rasulullah adalah pribadi yang sangat adil terhadap istri-istrinya walaupun ia memiliki kecenderungan kepada Aisyah.  Rasulullah bersabda, “Ya Allah, bagikanlah apa yang aku punya, dan jangan Engkau caci aku atas apa yang tidak aku punya.” Beliau adalah sosok suami yang baik hingga Aisyah berkata, “Rasulullah tidak mengutamakan sebagian istri atas sebagian yang lain dalam urusan menginap dan membagi sesuatu. Stiap hari beliau mengunjungi kami semua dan lantas bermalam ditempat salah satu istrinya yang mendapat jatah malam bersama beliau. Ketika datang dari perjalanan, beliau tidak pernah mengetuk pintu rumah istri-istrinya di waktu malam. Beliau sangat melarang tindakan tersebut.” []

Sumber: Cara Rasulullah SAW Memperlakukan Wanita. Samiyah Manisi. Azhar Risalah: Kediri: 2010

 



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

7 Tanda Suami Punya Selingkuhan

Suami dinyatakan selingkuh bukan sekadar karena kamu sebagai istri merasa ia berbeda. Harus ada bukti nyata sampai seorang istri bisa mengatakan suaminya berselingkuh.

Tinggalkan Balasan