Breaking News
3MegaCam

Alami Haid Sebelum Mandi Junub

JIKA setelah berhubungan suami istri belum sempat mandi wajib dan ditimpa haid. Lalu bagaimana niat bersucinya? perlukah dua kali mandi?

Ketika wanita mengalami junub kemudian datang haid sebelum mandi junub, ada 2 penyebab hadats besar di sana,

[1] Hadats besar karena junub

[2] Hadats besar karena haid

Dan dua hadats besar ini rentang masanya berbeda. Hadats karena junub bisa diselesaikan ketika orangnya mandi, sehingga kembali kepada keinginan pelaku. Sementara hadats karena haid tidak bisa diselesaikan kecuali sampai darahnya berhenti. Dan ini bisa jadi di luar keinginan dan kendali pelaku.

Apakah wanita ini wajib mandi 2 kali?

Para ulama menegaskan, wanita ini tidak wajib mandi dua kali. Dia boleh mandi sekali, setelah haidnya berhenti dan itu mencukupi untuk kedua sebab hadats besar yang dia alami.

Imam as-Syafi’i dalam al-Umm menyatakan,

Ketika wanita junub, lalu mengalami haid sebelum mandi junub, dia tidak wajib untuk mandi junub selama masa haid. Karena fungsi mandi bisa menyebabkan orang menjadi suci, sementara dia tidak bisa suci dengan mandi junub, sementara dia dalam kondisi haid. Jika haidnya telah selesai, dia boleh mandi sekali. (al-Umm, 1/45).

Keterangan lain disampaikan Ibnu  Qudamah,

Jika wanita haid mengalami junub, dia tidak wajib untuk mandi sampai haidnya berhenti. Demikian yang ditegaskan Imam Ahmad, dan ini juga pendapat Ishaq bin Rahuyah. Karena mandi ketika haid tidak memberikan pengaruh hukum sama sekali. (al-Mughni, 1/241).

Artinya, hadats besarnya tidak hilang.

Apakah hadats besar karena sebab junubnya bisa hilang?

Imam Ahmad menegaskan, sebab junubnya bisa hilang dengan mandi junub, meskipun dia masih haid.

Ibnu Qudamah mengatakan,

Jika ada orang mandi junub di masa sedang haid, hukum mandinya sah, dan hilang status status junubnya. Demikian yang ditegaskan Imam Ahmad. Beliau mengatakan, “Junubnya hilang, sementara haidnya tidak hilang sampai darah berhenti.” Beliau juga mengatakan,

“Saya tidak tahu adanya ulama yang mengatakan, ‘Jangan mandi.’ Selain Atha’, dan diriwayatkan dari beliau bahwa beliau juga mengajarkan untuk mandi.” (al-Mughni, 1/154). Demikian, Allahu a’lam.[]

 

Sumber: Konsultasi syariah



Artikel Terkait :

About Eppi Permana Sari

Check Also

rasa syukur, kecantikan, anugrah dari Allah

10 Bahan Alami Mencerahkan Bibir

Keindahan bibir dilihat dari bentuk dan warnanya, konon bibir dengan warna merah merona merupakaan dambaan setiap wanita. Begitu pentingnya bibir bagi penampilan kaum Hawa, bahkan membuat orang rela melakukan berbagai cara memerahkan bibir.

Tinggalkan Balasan