Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Umi Harus Tahu Cara Berbuka Puasa Ala Rasulullah

0

Islam merupakan agama yang mengatur segala lini kehidupan. Segala tata cara kehidupan, beribadah dan muamalah telah diatur dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasul. Hal ini termasuk dalam urusan berbuka puasa. Tentu lebih bermakna apabila kita mengikuti Rasulullah dalam tata cara beliau berbuka puasa.

Seorang ibu terutama perlu mengetahuihal ini. Sebab ibulah yang dapat membentuk kebiasaan keluarga di dalam rumah, termasuk tata cara berbuka puasa. Berikut ini tata cara berbuka puasa yang dilakukan Rasulullah saw:

1. Ucapakan “Bismillah”  kemudian batalkan puasa Anda ketika mendengar adzan. Berbuka puasa yang di contohkan Rasulullah adalah dengan ruthab (kurma basah) atau tamr (kurma kering) atau seteguk air.

2. Setelah membatalkan puasa barulah berdo’a, sebagaimana diriwayakan dalam sebuah hadist, “Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam apabila telah berbuka puasa, beliau berdoa : Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaallah. Yang artiya “Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”

Sebagian diantara kita pasti betanya-tanya mengapa membatalkan puasa terlebih dahulu baru kemudian berdo’a. Padahal biasanya untuk membatalkan puasa diawali dengan do’a. Hal ini dikarenakan Lafadz hadits “telah berbuka”, artinya Rasulullah saw telah membatalkan puasanya yaitu sesudah makan kurma atau minum air. Kemudian Lafadz do’a ketika berbuka “telah basah kerongkongan” ini menunjukkan sudah makan dahulu dengan pembuka.
Kesimpulannya doa berbuka puasa  dibacakan setelah membatalkan puasa terlebih dahulu bukan sebaliknya.

Sumber: www.muslimafiyah.com

 



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline