Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Rasulullah Tidak Larang Muslimah Ikut Perang, Kenapa?

0

Dalam peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah saw beserta pasukannya. Perempuan selalu diikut sertakan di dalamnya. Hal ini dikarenakan dalam peperangan pasti ada korban yang jatuh. Entah akibat syahid atau hanya terluka. Namun disinilah peranan perempuan dalam peperangan. Ia diperlukan untuk menolong, mengobati dan merawat korban.Dalam hal ini tidak perlu khawatir mengenai syahwat yang akan keluar dari pasien sebab dalam peperangan ketika anggota tubuh terputus dan darah mengalir tidak akan ada waktu untuk memikirkannya.

Hal ini dicontohkan ketika perang Khabair, seorang perempuan bernama Sayyidah Umayah binti Qais bin Abissalt al-Qhaffariyah menderita luka berat. Atas kejadian tersebut Rasulullah menyematkan kalung kepahlawanan kepadanya. Seumur hidupnya Umayah selalu memakai kalung itu. Hingga disaat wafatnya pun kalung tersebut turut dikuburkan sebagai bukti kepahlaanannya.

Banyak yang khawatir terjadi percampuran antara laki-laki dan perempuan di tempat ramai. Apalagi perang. Namun Mutawalli berpendapat, bahwa ada dua tempat percampuran antara laki-laki dan perempuan yang diperbolekan. Yaitu pada waktu ibadah haji dan disaat perang.

Saat beribadah haji, manusia akan mengingat dosa-dosa lampaunya sehingga tidak akan sempat berpikir mengenai hal-hal yang dikhawatirkan saat terjadi percampuran antar laki-laki dan perempuan. Yang kedua saat peperangan, dimana banyak darah dan tubuh yang tercabik didepan mata maka manusia akan kesulitan berpikir hal-hal terkait seks. Justru hati yang berdebar dan cemas yang muncul dari para perempuan yang turut serta berperang adalah bekla responsibilias mereka sebagai relawan medis pasukan Rasuulullah. []

 

Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab. Mutawalli asy-Sya’rawi.Gema Insani: Jakarta.2007



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline