Breaking News
gambar: Michael hyat

Hikmah yang Dipetik Dari Seorang Arif

Suatu hari seorang pemuda mendatangi seorang guru kebijaksanaan. Kepada guru itu ia bertanya, “Guru, saya pernah mendengar kisah seorang arif yang pergi jauh dengan berjalan kaki. Anehnya, setiap ada jalan menurun, sang arif konon agak murung. Tetapi kalau jalan itu mendaki, ia tersenyum. Hikmah apa yang bisa saya petik dari kisah ini?”

Guru bijak menjelaskan. “Itu pertanda manusia yang telah matang dalam mengarungi kehidupan. Kepadanyalah kita mesti bercermin. Ketika sukses, sesekali kita perlu sadar bahwa suatu ketikakita akan mengalami kegagalanyang tidak kita harapkan. Dengan demikian, kita tidak terlalu bergembira sampai lupa bersyukur kepada Sang Pencipta. Ketika sedang terpuruk, kita memandang masa depan dengan dengan tersenyum optimis. Tapi optimis saja tidak cukup. Kita harus mengimbangi optimisme itu dengan kerja keras.”

Pemuda itu takjub mendengarkan penjelasan guru bijak tersebut. Namun ia masih ragu-ragu. Lantas ia kembali bertanya. “Apa alasan saya untuk optimis, sementara saya sadar saya sedang jatuh tepuruk?” Guru bijak menjawab dengan tegas, “Alasannya ialah iman. Mengapa? karena kita yakin akan pertolongan Sang Pencipta.” Pemuda itu mengangguk-angguk. Tapi ia masih mengajukan pertanyaan, “Hikmah selanjutnya apa?”

Guru bijak itu berkata, “Orang yang terkenal suatu ketika harus siap untuk dilupakan. Orang yang di atas harus siap mental untuk turun ke bawah. orang kaya suatu ketika harus siap menjadi miskin.” []

sumber  :Ya Allah Aku Lelah.Nasihatku.Salam:Jakarta.2015



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan