Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Lebih Baik Dicukur atau Dicabut?

0

Membersihkan area ketiak dan organ vital sangat diharuskan demi menjaga kebersihan dan kesehatan. Baik membersihkan dengan membasuhnya atau dengan memotong rambut yang tumbuh di area itu secara rutin. Lantas bagaimana cara membersihkan rambut pada organ tersebut? Dengan mencukur atau dicabut? Begini penjelasannya.

Sebenarnya, lebih baik dengan dicukur. Kalau dicabut akan tercipta lubang bekas rambut tersebut. Kondisi itu malah menyebabkan kuman, bakteri, jamur, termasuk virus, mudah masuk ke dalam kulit lewat lubang-lubang tadi.

Sekarang juga ada cara membersihkan rambut dengan cara di-wax. Prosesnya, rambut dicabut dengan menggunakan lilin yang panas. Walaupun setelah dicabut biasanya dioleskan alkohol atau peringkas pori-pori tetapi risikonya tetap lebih besar karena terciptanya lubang bekas rambut tadi. Meski rambut yang di-wax akan lebih lama tumbuhnya daripada yang dicukur.

Cara membersihkan rambut di tubuh dengan alat cukur juga ada risikonya, terutama jika saat mencukur terjadi luka. Karena itu perlu dikerjakan dengan cara yang benar. Jika hendak mencukur, rambut dipotong pendek dulu, sekitar 1-2 mm. Lalu kulit kita beri sabun cair atau sabun muka yang pH-nya sama dengan kulit. Selanjutnya kita cukur searah tumbuhnya rambut. Setelah selesai boleh kita beri pelembab, antiseptik atau astringen. Pisau cukur yang kita gunakan tidak selalu mesti diganti setiap hendak bercukur dan sebaiknya setiap orang memiliki pisau cukurnya sendiri.

Laju pertumbuhan rambut pada tubuh setiap orang berbeda-beda, tergantung tempat tumbuhnya, usia, dan jenis kelamin. Makin tua seseorang akan makin lambat laju pertumbuhan rambutnya. Rasulullah saw sendiri menganjurkan untuk mencukur rambut kemaluan setiap 40 hari sekali. Dari segi kesehatan, perempuan disarankan untuk mencukur rambut kemaluan pada hari pertama menstruasi. Maksudnya agar darah haid tidak berkumpul di sana hingga tumbuh bakteri dan menjadi sarang kuman.[]

Sumber: Ummionle.com



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline