Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Hati-hati, Ini Perilaku Durhaka Anak pada Orangtua

0

Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban anak yang harus dipenuhi oleh seorang anak. Salah satu fenomena hari ini anak cenderung banyak menentang orang tuanya, hingga banyak anak yang terlantar karena tidak menerima ridho dari orang tua. Begitulah zaman yang mengubah hebatnya perilku anak terhadap orang tua, dan bahkan mereka hingga memusuhi orang tuanya karena tidak memenuhi keinginan anak.

Ironis memang ketika sang anak banyak memeras dan menghardik orang tuanya. Oleh karena itu sebagai anak seorang muslim, apakah yang kita lakukan atau katakan terhadap orang tua kita sudah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah. Berikut perilaku-perilaku yang harus dihindari dan harus diperbaiki perilaku kita terhadap setiap orang tua yang kita temui:

Berbicara dengan kata-kata kasar.
Membuang muka
Duduk mendahului orang tua
Menghardik
Berkacak pinggang di depan orang tua
Membelakangi
Merendahkan
Memaki
Mengingkari nasab (garis keturunan)
Mengubah wasiat orang tua
Mengenyampingkan kepentingan orang tua.
Mengambil Harta orang tua tanpa hak
Menghina agama orang tua
Tidak mau mengurus orang tua yang telah lanjut usia
Melawan perintahnya
Pergi berjihad tanpa izin orang tua
Mendendam
Memasuki kamar pribadi orang tua pada 3 waktu terlarang tanpa izin
Membiarkan orang tua menjadi budak
Membunuh

Nah, itulah contoh perilaku anak yang durhaka pada orang tuanya, perlu diketahui bahwa perilaku ini merupakan perilaku yang dapat menghampiri dosa besar. Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitabul Adab dari jalan Abi Bakrah Radhiyallahu ’anhu, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam. “Sukakah saya beritahukan kepadamu sebesar-besar dosa yang paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, ’Baiklah, ya Rasulullah’, bersabda Nabi. “Menyekutukan Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu dan perkataan bohong”. Maka Nabi selalu megulangi, “Dan persaksian palsu”, sehingga kami berkata, “semoga Nabi diam,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadits di atas dapat diketahui bahwa dosa besar yang paling besar setelah syirik adalah uququl walidain (durhaka kepda kedua orang tua). Dalam riwayat lain Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda bahwa di antara dosa-dosa besar yaitu menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh diri, dan sumpah palsu (HR. Bukhari)

Kemudian di antara dosa-dosa besar yang paling besar adalah seorang melaknat kedua orang tuanya (HR. Imam Bukhari)

Dari Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan minta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan),” (HR. Bukhari)

Hadits ini adalah salah satu hadits yang melarang seorang anak berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya. Seorang anak yang berbuat durhaka berarti dia tidak masuk surga dengan sebab durhaka kepada kedua orang tuanya.

Semuanya itu termasuk bentuk-bentuk kedurhakaan kepada kedua orang tua. Oleh karena itu kita harus berhati-hati dan membedakan dalam berkata dan berbuat kepada kedua orang tua dengan kepada orang lain.

Karena akibat dari durhaka kepada kedua orang tua akan dirasakan di dunia. Maka dari itu Keridlaan orang tua harus kita dahulukan dari pada keridlaan istri dan anak. Karena Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam mengatakan anak yang durhaka akan diadzab di dunia dan di akhirat serta tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.

Dapat kita lihat bahwa orang yang durhaka kepada orang tuanya hidupnya tidak berkah dan selalu mengalami berbagai macam kesulitan. Kalaupun orang tersebut kaya maka kekayaannya tidak akan menjadikannya bahagia.  []

Sumber: Kitab Birrul Walidain, Edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua, dan Drs. M. Thalib yang berjudul ” 20 Perilaku Durhaka Anak terhadap Orangtua” .



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline