Breaking News
gambar: humairoh

Saat Muslimah Berkata Lelah

Dalam momen-momen tertentu saat masalah tak terbendung lagi manusia akan cenderung mengeluh.  Bagi pelajar saat tugas menumpuk, uang kiriman orang tua terhambat, Banyak biaya sekolah yang harus dibayarkan. Terkadang dengan mudah mulut berucap “Ya Allah Mengapa semuanya terjadi kepadaku?”

Bagi pekerja, saat pekerjaan belum juga usai, keluarga membutuhkan waktu bersama, gaji habis dibayarkan hutang, Pulsa listrik habis. Terkadang dengan mudah mulut berucap “Ya Allah, Mengapa semua ujian ditimpakan kepadaku?”

Bagi Ibu rumah tangga, saat ramadhan akan tiba, suami dipecat dari pekerjaan, hutang di warung menumpuk, Khawatir tidak dapat memberikan yang terbaik bagi ank-anaknya. Terkadang dengan mudah mulut berucap “Ya Allah, Aku tak tahan dengan ujian ini. mengapa harus aku?”

Lantas apakah kita diperbolehkan mengeluh atas segala ujian yang ditimpakan. Jawabannya tentu saja boleh, selama keluhan itu hanya disandarkan kepada Allah. Seperti dikabarkan oleh Al-Qur’an “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah” (QS.Al-Ma’rij:19)

Mengeluh adalah fitrah manusia. Dalam sehari berapa kali seorang manusia mengeluh. Lantas apa yang dilakukan saat merasa semua beban harus diceritakan dan dikeluh kesahkan. Tentu kita lebih sering berkeluh kesah kepada teman terdekat. Atau bahkan curhat di media sosial. Padahal mengapa tidak berkeluh kesah kepada Allah. Yang sudah pasti dapat memberikan solusi bahkan ketenangan hati.

sebagaimana dikutip dari buku Ya Allah Aku Lelah, “Saat sedih dan suntuk menghampiri. Saat banyak dosa dan maksiat membuat sesak. saat banyak hal yang dicita-citakan dan diinginkan. Saat ada sesuatu yang sangat ditakutkan dan dikhawatirkan bersimpuhlah di hadapan Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim.

Tunjukkan kebutuhan dan kelemahanmu. Adukanlah berbagai keluh kesah dan hajatmu.” Maka ingatlah dalam firmannya, “Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS Yusuf:86).

Tanamkanlah dalam hati “Hasbunallahu wa bi’mal wakil ni’mal Maula wa ni’man Nashir.” yang artinya, Cukuplah Engkau ya Allah, sebagai Pelindungku, Tanpa-Mu, aku hanyalah mahluk lemah yang tak berdaya. []

Sumber: Ya Allah Aku Lelah.Nasihatku.Salam Books: Jakarta.2015

 

 



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

One comment

Tinggalkan Balasan