Breaking News
Foto: Recommended keywords, Popular Keywords!

Renungan Untuk Muslimah Yang Selalu Melihat Kehidupan Orang Lain

Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat. Ternyata ia hanya  menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah. Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan. Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri. Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian. Ternyata ia begitu menikmati badai ujian dalam kehidupannya. Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna. Ternyata ia hanya berbahagia “menjadi apa adanya”. Aku melihat hidup tetanggaku beruntung. Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung.

Maka aku merasa takperlu iri hati dengan rezeki orang lain. Mungkin aku tahu dimana rezekiku. Tapi rezekiku tahu dimana diriku. Dari lautan biru, bumi, dan gunung, Tuhan telah memerintahkannya menuju kepadaku. Tuhan yang Maha Pengasih telah menjamin rezekiku, sejak 9 bulan 10 hari aku berada dalam kandungan ibuku.

Amatlah keliru bila berekeyakinan rezeki dimaknai dari hasil bekerja. Karena bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya. Melalaikan kebenaran demi mengkhawatirkan apa yang dijamin-Nya adalah kekeliruan berganda. Manusia membanting tulang, ddemi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati.

Mereka lupa bahwa hakikat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya. Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh berkat sekehendak-Nya. Ikhtiar itu perbuatan. Rezeki itu kejutan.

Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakikat rezeki akan ditanya kelak.

“Darimana dan digunakan untuk apa” Karena rezeki hanyalah “Hak Pakai”, bukan “Hak Milik”. []

 

sumber: Pesan yang viral di media whats up, semoga penulisnya diridhai Allah



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Bagaimana Mungkin Mudah Mengatakan Cinta? (2 Habis)

Bagaimana mungkin Anda dengan mudah mengungkapkan dan menyatakan bahwa Anda cinta petunjuk dari-Nya?

Tinggalkan Balasan