Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Nasihat Soal Cinta dari Kakak kepada Adik

0

Tidak dipungkiri, kini adikku telah beranjak dewasa. Menjajaki indahnya masa SMA. Disana-sini banyak teman-teman sebayanya yang sedang merasakan indahnya menyukai seorang gadis. Maklumlah, ia belajar di sekolah umum. Artinya tidak ada aturan ketat seperti di pesantren.

Suatu ketika, saat datang dari perantauan. Kamar yang biasa ditumpuki buku-buku itu tertutup. Tidak biasanya, karena itu adalah kamar ku.

Pelan-pelan pintu kamar berwarna coklat itu kubuka, ternyata ada sosok pemuda yang tak lain adalah adikku sendiri.

“Hello bro, apa kabar?” Sapa ku

“Alhamdulillah baik,” dengan wajah datar, Nyaris tanpa ekspresi.

“Gimana di sekolah? Rame?” timpalku.

“Ya gitu, biasa aja” Masih dengan ekspresi yang sama.

Entah, karena aku seorang kakak wanita atau aku hanya datang satu bulan satu kali, jadi tidak tahu dengan kebiasaan baru pemuda ini. Dia lebih menyukai menyendiri di kamar dan menutup pintu coklat itu. Lalu tak berselang ada alunan lagu berbahasa inggris yang keluar dari hp miliknya. Ini persis saat masa SMA ku dulu. Jauh sebelum aku mempelajari agama lebih lanjut.

Tidak berselang lama, ibu berbicara bahwa adikku diisukan dekat dengan seorang gadis. Mungkin karena wajah pemuda ini lumayan tampan dengan postur tinggi dan berkulit putih, terlebih ia menjadi peserta OSN dan perlombaan lain di sekolahnya.

Tapi, hal itu membuatku sebagai kakak terusik. Bukan ku cemburu atau mengingkari fitrah adikku yang mulai menyukai lawan jenisnya. Tapi ada hal penting yang harus ku sampaikan. Lalu, ku temui pemuda itu dikarmnya.

“Dek, kalau jatuh cinta hati-hati yah. Kakak tahu, kamu mulai menyukai lawan jenis. Sama seperti kakak. Tapi, itu bukan berarti pembenaran atas keinginanmu untuk mendekati seorang gadis dengan cara semau mu. Jika bayangan wanita itu selalu mengusikmu, ambil wudhu dan bacalah Al-Qur’an. Lalu engkau berdo’a kepada Allah SWT, meminta
perlindungan dari godaan syetan yang mengusikmu dengan gambaran seorang wanita.

Carilah kesubukan lain, agar engkau tidak sibuk hanya memikirkan wanita yang belum tentu menjadi jodohmu. Apalagi engkau masih SMA. Kecuali engkau siap menikah saat SMA ini, silahkan engkau tindak lanjuti rasa mu itu. Tapi, jika belum. Janganlah engkau tindak lanjuti perasaan semu itu. Gantilah dengan kegiatan yang dapat mengalihkan rasa semu itu, dengan mengerjakan kegiatan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kau tahu, bagaimana cerita Sayyid Qutb. Ia pernah mengalami patah hati dan meninggalkan pujaan hatinya untuk menuntut ilmu. Tapi, dengan itu ia berhasil melahirkan puluhan karya yang sampai detik ini melampaui masanya, karya ulama itu masih harum di masa kita ini.”[]

Sumber: wahyuniapriatisite.wordpress.com/



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline