Breaking News
Picture: MPR News

Bacakan Kisah 25 Nabi di Bulan Ramadhan, Begini Menyusun Agendanya

Suka cita dalam menyambut bulan suci ramadhan dirasakan mulai dari kalangan tua hingga anak-anak. Makhluk kecil ini akan merasakan banyak perbedaan suasana daripada bulan-bulan sebelumnya. Ini adalah waktu yang pas untuk menanamkan keimanan kepada buah hati.

Selain itu, anak-anak pasti akan banyak bertanya mengapa bulan ramadhan sangat berbeda daripada sebelas bulan yang lain. Itu lah saat yang tepat untuk mengajak anak mengikuti agenda harian di bulan ramadhan. Salah satu cara yang bisa digunakan guna memupuk keimanan anak adalah membacakan kisah 25 Nabi.

Jika ayah dan bunda kebingungan untuk menyusun strategi, berikut beberapa cara membuat agenda membacakan kisah Nabi di bulan Ramadhan.
1. Niat dan Motivasi untuk Orangtua
Mengapa niat dan motivasi ditujukan untuk orangtua? Karena bagaimana mungkin anak akan mendapatkan pendidikan kisah nabi, jika orangtua tidak memiliki niat dan motivasi yang kuat. Ingat, orangtua bagaikan teko berisi air dan anak adalah gelas kosong.

Jangan lupa, kegiatan ini tidak akan berjalan mulus jika tidak ada kerjasama antara ayah dan bunda. Jadi, wajib ayah dan bunda bekerjasama dalam memupuk iman keluarga.

2. Susun Agenda
Setelah ayah dan bunda memiliki niat dan motivasi. Susunlah agenda selama satu bulan. Salah satu waktu yang bisa digunakan adalah ketika setelah sholat subuh. Mengapa? Ini dilakukan untuk menghindari kebiasaan tidur setelah sahur. Selain itu manfaatnya untuk membangkitkan motivasi anak dalam menjalani hari berpuasanya.

3.Pilih Buku yang Tepat
Orangtua juga harus cermat dan hati-hati dalam memilihkan buku cerita anak. Pilihlah buku yang tepat dan menarik bagi anak-anak.

4.Berkisah dengan Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah alat bantu saat ayah dan bunda membacakan kisah. Media ini bisa berupa video, alat menggambar, boneka jari atau yang lain. Sehingga pembelajaran jauh lebih menarik dan menyenangkan.

Sumber: wahyuniapriatisite.wordpress.com



Artikel Terkait :

About Tia

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan