Breaking News
Picture: Vira's Journal

Nikmatnya Ujian Dari Allah, Kok Bisa?

Suatu ketika Imam Syafii ditanya oleh seseorang, “Mana yang lebih hebat bagi seseorang, antara dikokohkan(dimenangkan) atau diberi ujian?” Kemudian Imam Syafi’i menjawab, “Ia tidak dikokohkan sebelum diberi ujian.”

Ujian dalam hidup ini bukan harus ditakuti, hal yang harus ditakuti adalah jika kita tidak dapat menyikapi ujian tersebut dengan baik. Musibah bukanlah pertanda rahmat Allah sirna, kesulitan pun bukan pertanda kemurkaan Allah.

Ujian bukan pertanda bahwa Allah tidak menyayangi hambanya, sebab dalam sebuah hadist kudsi dikatakan, “Pergilah kepada hamba-Ku, lalu timpakanlah berbagai ujian kepadanya karena Aku ingin mendengar rintihannya.” (HR. At-Thabrani)

Allah merindukan tangisan hambanya, Allah merindukan do’a hambanya, Allah memanti hambanya meminta pertolongan. Maa ujian ditimpakannya. Hanya saja kita kurang peka dan sadar. Padahal Allah sudah menjelaskan dalam kalamnya, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana yang menimpa orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka diuji oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya,

“Kapan pertolongan Allah itu daatang? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS Al Baqarah: 214)

Sesungguhnya ada dosa yang tidak bisa dihapuskan kecuali dengan rasa getir dan perih. Ada dosa yang tidak bisa dihapuskan kecuali oleh air mata penyelesaian. Ujian dan cobaan hanya diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih. Hamba-hamba yang dikasihi dan disayangi-Nya. []



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Jangan Tinggalkan Shalat

Tidak semua ibadah termasuk rukun Islam. Ini menunjukkan ibadah-ibadah yang termasuk rukun Islam adalah ibadah yang sangat penting dan urgen. Dan diantaranya adalah shalat.

Tinggalkan Balasan