Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Ternyata Ibadah Puasa Ada Tingkatannya, Ukhti Kamu Ada di Tingkatan yang Mana?

0

Beberapa hari ke depan kita akan menghadapi bulan suci Ramadhan. Di bulan ini seorang muslim diwajibkan berpuasa, kecuali ada udzur tertentu sebagaimana disyariatkan oleh Allah Ta’ala. Hampir seluruh umat Islam berpuasa. Namun tidak semuanya memiliki kedudukan yang sama dalam menjalankan puasanya, sebagaimana sabda Rasulullah,” Betapa banyak orang berpuasa, tiada yang diperoleh dari puasanya selain lapar dan dahaga.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sehingga Imam al-Ghazali dalm kitabnya Ihya Ulum al-Din membagi ibadah puasa kedalam 3 tingkatan yakni:

1.Puasa awam

Puasa ini dilakukan oleh orang-orang awam. Dimana mereka hanya menahan lapar dan haus saja.

2.Puasa Khusus(Khawash)

Puasa yang dilakukan seseorang dimana orang tersebut tidak hanya menahan lapar dan haus. Ia mengerjakan amalan-amalan baik dan meninggalkan segala hal yang dilarang ketika berpuasa. Menjaga ucapan, memelihara penglihatan dan menjaga kemaluan.

3.Puasa Khawash al khash

Puasa ini dilakukan dengan cara meninggalkan seluruh larangan Allah walau dalam hati sekalipun. Ia berpuasa hanya untuk mendapat ridha Allah dan dalam rangka mencapai sabiq al-khairat. Orang-orang ini termasuk orang-orang terdepan dalam berbuat kebaikan. Sebagaimana firman Allah, “Kemudian kitab itu kami warisakan kepada orang-orang yang kami pilih di antara hamba-hamba kami. Di antara mereka ada yang terjerumus pada perbuatan dosa, diantara mereka adayang bersikap berhati-hati, dan diantara mereka ada yang mendahulukan perbuatan baik [sabiq al khairat] dengan izin Allah yang demikian itu merupakan karunia yang sangat besar. (QS. Fathir:32)

Itulah ketiga tingkatan puasa. Berada ditingkatan mana diri kita tentu hanya Allah yang mengetahui. Namun Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan usaha hambanya. Maka berusahalah mendapatkan tingkatan terbaik.

 

Kajian Fiqh Nabawi dan Fiqh Qontemporer. Hasan Saleh.RajaGrafindopersada: Jakarta.2008



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline