Breaking News
Foto: Top Wedding Questions

Jika Rezeki Ukhti Sempit, Al-Quran Menjelaskan Seperti Ini

Pernahkah kita merasa sempit dalam segala urusan? Kesehatan, jodoh, finansial dan lain sebagainya. Semua hal tadi merupakan rezeki yang datangnya dari Allah. Bila kita mengalami kesulitan dalam erbagai hal tersebut tentu kita akan memohon pertolongan dari Allah. Namu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara kita menarik perhatian Allah agar rezeki dilancarkan.

Terkadang beberapa sumber rezeki ada yang hadir secara tidak terduga. Seolah-olah ada ‘tangan ghaib’ yang memberikannya. Disaat kita membutuhkan sesuatu dengan mudahnya pertolongan tiba. Entah mengapa dan karena apa. Rupanya pertolongan tersebut datangnya dari Allah, melalui perantara orang-orang yang tidak penah kita duga sebelumnya.

Pertolongan tidak terduga dan segala kemudahan  tersebut tentu tidak datang dengan sendirinya. Sebab Allah tidak akan mengubah asib suatu kaum sebelum ia mengubahnya sendiri. Dalam Al-Qur’an, Allah janjikan kemudahan hidup, jalan keluar, serta menghadirkan rezeki tidak terduga kepada mereka yang bertakwa kepada-Nya. Seperti firman Allah, “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Sebagaimana digambarkan dalam QS. Ath-Thalak bahwasannya pertolongan dan kemudahan akan diberikan kepada orang-orang yang bertakwa. Orang ang bertakwa tidak perlu gundah karena Allah telah berjanji mendatangkan rezeki yang tidak disangka-sangka kepadanya.

Takwa tentu bkan hal yang dapat diukur dengan kasat mata.Namun bukan berarti sesuatu yang tidak dapat diupayakan.  Lantas bagaimana cara seorang muslimah dapat menjadi pribadi yang takwa? Salah satu caranya adala dengan berpuasa sesuai syariat. Didalam Al-Quran Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kam berpuasa sebagaimana dieajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS Al-baqarah: 183).

Relasi antara takwa dan puasa tersirat dalam kalamAllah. Sebagaimana dijelaskan dalam buku Ahmad Rifa’i dikatakan “Inputnya adalah orang-orang ang beriman, prosesnya bernama puasa, dan outputnya adalah orang-orang yang bertakwa.” Hal tersebut mengindikasikan bahwa ada keterkaitan antara takwa dan puasa. Dimana puasa merupakan  salah satu cara membentuk orang yang bertakwa, dan takwa adalah salah satu wasilah (perantara) datangnya rezeki dari pintu-pintu yang tidak diduga. []

sumber : Be Amazing Muslimah. Ahmad Rifai Rif’an. QultumMedia:Jakarta Selatan. 2015



Artikel Terkait :

About Karisa Pyeli

Check Also

Sebaiknya Lakukan Hal Ini saat Mendengar Adzan

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali.

Tinggalkan Balasan