Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

Tidak Tahu Waktu Sholat Subuh, Lamaran Pria Ini Ditolak?

0

Hari itu, sebut saja namanya Fulan, berangkat bersama keluarganya untuk melamar Fulanah (bukan nama sebenarnya). Di sepanjang perjalanan, keluarga itu diliputi bahagia dengan obrolan-obrolan ringan untuk saling menautkan hati. Tak lupa, mereka panjatkan doa agar lamaran Fulan diterima oleh Fulanah dan keluarganya.

Tak lama kemudian, keluarga Fulan pun sampai di Rumah Fulanah. Terlihat suasana akrab dari kedua keluarga tersebut. Tak perlu menunggu lama, mereka terlibat dalam perbincangan ringan dan seru sebelum sampai ke tema utama.

Akhirnya, ungkapan lamaran pun tersampaikan dari pihak Fulan. Seketika setelah Fulan menyampaikan maksudnya, seisi ruangan terdiam. Kini, hak bicara diberikan kepada Fulanah dan keluarganya.

“Ada pertanyaan yang ingin saya ajukan,” kata bapak Fulanah menyampaikan. “Jika mampu menjawab”, lanjutnya, “maka lamaranmu aku terima.” Namun, lanjut calon mertuanya itu, “Kejadiannya lain jika kau tak mampu menjawabnya.”

“Kapan waktu shalat Subuh?” Sederhana dan singkat. Itulah empat kalimat yang diajukan oleh calon mertua kepada calon menantunya. Sayangnya, tidak demikian bagi sang calon menantu. Kalimat nan sederhana itu terdengar angker sehingga Fulan menarik nafas panjang dibuatnya. Sesaat kemudian, Fulan menunduk tanpa suara.

Calon mertua pun menunggu dalam beberapa jenak. Hingga akhirnya, Fulan benar-benar tak kuasa sampaikan jawaban sebab tidak mengetahuinya.

“Maaf,” kata calon mertua dengan nada berat. “Saya tidak bisa menyerahkan anak gadis saya kepada laki-laki yang tidak mengetahui kapan doa seorang hamba diangkat di waktu Subuh.”.[]

Sumber: Kisahhikmah.com



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline