Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Anak Sulit Bangun Pagi, Begini Cara Mengatasinya

0

KEBIASAAN baik perlu ditanamkan sejak dini. Mengapa? Karena, jika penanaman nilai baik itu baru diterapkan ketika dewasa, maka cukup sulit baginya untuk membiasakan diri. Hal ini adalah sebab dari terbiasanya ia melakukan hal yang tidak baik. Sehingga, setelah dewasa juga masih melakukan hal yang sama.

Seperti halnya bangun pagi. Jika anak tidak dibiasakan bangun pagi, maka setelah dewasa ia pun akan selalu begitu. Memang, kewajiban melaksanakan shalat berlaku ketika seseorang mencapai usia baligh. Tetapi, jika tidak diajarkan sejak kecil, maka cukup sulit baginya menyesuaikan diri ketika dewasa.

BACA JUGA: Bunda, Rahasia Anak Cerdas Generasi Qur’ani

Oleh karena itu, ajarkanlah anak untuk terbiasa bangun pagi, agar ketika dewasa pun ia terbiasa melakukannya. Tapi, bagaimana caranya? Mengingat, anak sulit sekali untuk bangun pagi.

Dilansir dalam abiummi.com bahwa ada empat cara yang bisa dilakukan agar anak terbiasa bangun pagi.

1. Atur Jam Tidur Anak

Jam tidur ini perlu diperhatikan. Tidur yang terlalu larut dapat membuat anak bangun kesiangan. Biasanya jam tidur anak 8 jam. Jadi, kita harus mengatur jam tidur anak tersebut sesuai dengan waktu bangun yang diinginkan, misalnya kita menginginkan anak untuk bangun sebelum shubuh, kira-kira pukul 4, maka jam tidur yang cocok untuk anak adalah pukul 20.00 WIB. Waktu tersebut fleksibel karena biasanya jam tidur untuk setiap anak relatif tergantung dari kebutuhan anak.

2. Sebelum Tidur, Ingatkan Anak

Saat sebelum tidur bisa menjadi momen untuk menceritakan kegiatan setelah bangun pagi itu menyenangkan. Selain itu, kita juga bisa memberikan pengetahuan ringan kepada anak tentang manfaat bangun pagi sehingga anak bisa tergiur untuk bangun pagi. Dan yang terpenting, ingatkan anak sebelum tidur agar bangun lebih awal.

3. Saatnya Bangun Pagi

Nah, ini waktu yang ditunggu atau yang menjengkelkan bagi kita, yaitu membangunkan anak di pagi hari. Kadang-kadang ada anak yang easy child, mudah untuk bangun pagi tanpa dibangunkan. Namun, bagi anak yang agak sulit, kita perlu mendatangi kamarnya, membangunkannya dengan lembut, sekaligus mengajaknya untuk shalat tepat waktu.

Anak laki-laki diajak untuk shalat shubuh berjamaah di masjid. Setelah bangun, biasakan anak duduk sejenak dan membaca doa bangun tidur. Apabila sang anak sulit untuk dibangunkan, rangkul tangannya pelan-pelan hingga posisi duduk, kemudian tuntun ke kamar mandi hingga benar-benar sadar.

4. Konsisten alias Istiqamah

Untuk membiasakan bangun pagi pada anak-anak, kita harus konsisten atau istiqamah alias sering membangunkannya di waktu yang sama hingga anak terbiasa. Konsisten ini, terutama dimulai sejak anak berusia 3-5 tahun. Masa ini menjadi fase yang krusial dalam melatih disiplin anak. Jika anak malas-malasan untuk bangun, berikan waktu tenggang 5 atau beberapa menit lagi untuk bangun. Jangan sampai lebih dari itu.

Jika ini terjadi, secara tidak langsung kita mengajarkan anak untuk menunda-nunda waktu bangun dan akhirnya kebablasan. Masalah waktu sebenarnya fleksibel, tidak perlu kaku dalam menetapkan waktu tidur dan bangun untuk anak, yang terpenting konsisten dan memperhatikan kondisi dan kebutuhan anak.

Pendidikan yang diberikan kepada anak mesti ada pembiasaan. Jadi, kita harus memiliki kesabaran yang ekstra untuk membiasakan bangun pagi pada anak-anak. Tak masalah jika di awal terasa berat karena seiring berjalannya waktu, anak akan terbiasa tanpa dibangunkan lagi dan merasakan bangun pagi merupakan kegiatan yang menyenangkan. InsyaAllah. []

Loading...

Sumber: Islampos



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline