Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Mengatasi Darah Rendah pada Ibu Hamil

0

Tekanan darah rendah saat hamil biasanya disebabkan oleh adanya perubahan hormon dan peningkatan aliran darah ke janin. Tekanan darah rendah saat hamil juga bisa disebabkan oleh anemia, dehidrasi, kurangnya asupan nutrisi, infeksi, dan pengaruh obat yang dikonsumsi.

Selain itu, ibu yang sebelum hamil memiliki riwayat tekanan darah rendah, juga lebih berisiko mengalami tekanan darah rendah. Tekanan darah normal adalah 120 mmHg pada garis atas atau sistolik, dan di atas 80 mmHg pada garis bawah atau diastolik. Ibu hamil bisa dikatakan mengalami darah rendah jika tekanan darahnya ≤ 90/60 mmHg.

Rendah atau tidaknya tekanan darah Bumil dapat diketahui dengan cara rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Dalam pemeriksaan kehamilan rutin, dokter akan menggunakan alat pengukur tekanan darah untuk mengetahui tekanan darah Bumil.

Selama penurunannya tidak drastis, tekanan darah rendah umumnya tidak berdampak negatif bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Tekanan darah rendah saat hamil biasanya akan kembali normal setelah melahirkan, tanpa memerlukan penanganan khusus.

Namun, Bumil bisa meringankan keluhan yang dirasakan akibat tekanan darah rendah dengan beberapa cara berikut:

  1. Banyak minum air putih, sekitar 2,5 liter per hari untuk mencukupi kebutuhan cairan.
  2. Cukupi asupan makanan yang mengandung garam.
  3. Makan dengan porsi yang kecil namun sering.
  4. Mengatur pola makan yang bergizi seimbang.
  5. Berbaring di sisi kiri untuk meningkatkan aliran darah ke jantung.
  6. Hindari berdiri terlalu cepat dari posisi duduk.
  7. Hindari berdiri terlalu lama.
  8. Rutin melakukan olahraga ringan.
  9. Cukupi istirahat.

Untuk mencegah tekanan darah rendah, ibu hamil disarankan mengonsumsi vitamin prenatal dan makanan yang kaya akan nutrisi untuk mencegah tekanan darah rendah. Ibu hamil juga disarankan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Jika Bumil merasakan gejala tekanan darah rendah, segera periksakan diri ke dokter. Demikian juga jika Bumil mengalami sakit kepala, sesak napas, nyeri dada, pusing, atau lemas. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline