Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Memilih Laki-laki untuk Jadi Suami

0

Adalah sah bagi seorang wanita untuk memilih calon suami yang kaya, tampan, memiliki status sosial yang bagus, berpangkat, berpendidikan tinggi, dari keluarga yang baik, macho, atletis, dan ribuan sifat lainnya, tetapi landasan kebaikan agama tetap harus dinomorsatukan.

Tidak ada larangan bagi wanita lajang untuk memilih calon suami yang lebih kaya, lebih tampan, berpendidikan lebih tinggi, dan memiliki status sosial yang terhormat, dari beberapa laki-laki yang datang melamar kepadanya.

Para laki-laki tersebut satu agama, satu keyakinan iman, berakhlak bagus, taat dalam beragama, tetapi berbeda-beda dalam ketampanan, kekayaan dan status sosial mereka. Tentu si wanita hanya bisa memilih satu dari sekian banyak lelaki yang menjadi fans selama ini, dan ia berhak memilih serta memutuskan.

Yang menjadi cela dan berujung kepada malapetaka adalah apabila seorang wanita memilih laki-laki yang lebih kaya padahal moralnya bejad, atau laki-laki yang lebih tampan tetapi bermental koruptor, atau laki-laki yang berstatus sosial tinggi tetapi berbeda keyakinan dan agama. Seperti inilah yang harus dihindari dalam pemilihan calon suami.

Calon suami yang kaya, tampan, berpendidikan, berkedudukan sosial bisa dipilih, namun pertimbangan utama adalah kebaikan agama dan akhlaqnya. Dialah lelaki shalih yang akan memuliakan dan membimbing istrinya ke surga dunia maupun surga akhirat.

Jika ada banyak pilihan, hendaknya lebih memilih laki-laki salih yang satu keyakinan iman, baik agamanya, berakhlak mulia, sementara atribut lainnya bisa ditambahkan kemudian setelah landasan kesalihan diri ini.

Jika tidak bisa mendapatkan sesuai harapan seratus persen, bisa diturunkan menjadi delapan puluh, tujuhpuluh atau enampuluh persen.

Akan tetapi faktor kesalihan tidak bisa ditawar hanya demi mengejar kekayaan, jabatan atau ketampanan. []

Sumber: Pakcah.id



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline