Breaking News
Foto: Republika

Bunda Begini Cara Jadi Motivator bagi Suami

HIDUP ini penuh dengan beragam jenis permasalahan. Tak selamanya setiap manusia merasakan kebahagiaan dan ketenangan dalam dirinya.

Ada kalanya kita ditimpa oleh suatu persoalan yang mungkin tak mudah untuk diselesaikan. Pada titik inilah kita merasa resah dan gelisah. Dan hal terbaik untuk mengatasinya ialah dengan ditemani oleh orang-orang terkasih.

Permasalahan dalam kehidupan berlaku bagi siapa pun juga, termasuk bagi seorang suami. Dan alangkah bahagianya jika kita bisa menjadi istri yang baik bagi suami. Bukan saja ketika dia senang, tetapi ketika dia ditimpa permasalahan pun, seorang istri shalihah akan selalu berada di sisinya.

BACA JUGA: Ketahui Tips Memilih Calon Suami

Oleh karena itu, jadilah istri yang bisa menjadi penenang dan motivator bagi pengembangan suami, terutama dalam hal menuntut ilmu dan berdakwah. Bagaimana caranya?

Pertama, berupayalah untuk memahami suami Anda sebaik mungkin. Apa yang ia sukai, dan apa yang ia benci. Sebab, hal ini akan banyak memberikan petunjuk kepada Anda sekaligus memudahkan langkah-langkah Anda.

Kedua, tidak berlebihan meminta waktunya untuk dihabiskan bersama Anda, dan tidak banyak tuntutan.

Ketiga, berupaya menjadikan topik pembicaraan Anda bersamanya seputar hal-hal yang menjadi perhatian.

BACA JUGA: Siapa Bilang Profesi Ibu Rumah Tangga Bikin Gak Pede?

Keempat, tolong menolong dalam berbagai persoalan ilmiah, berdiskusi dalam masalah ilmu serta membahas seputar ilmu-ilmu tersebut.

Kelima, membantunya menganilis persoalan-persoalan ilmiah yang dikehendaki. []

Referensi: 150 Problem Rumah Tangga yang Sering Terjadi/Karya: Nabil Mahmud/Penerbit: Aqwam



Artikel Terkait :

About Dini Koswarini

Check Also

8 Syarat yang Membuat Pernikahan Penuh Berkah

Menikah adalah ibadah, menikah adalah realisasi dari ketaatan kepada Allah dan Rasul, menikah adalah bagian dari aplikasi syari’ah. Maka luruskan niat, ikhlas karena Allah, karena menikah akan menjadi ibadah terpanjang dalam kehidupan manusia.

One comment

Tinggalkan Balasan