Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Wahai Orangtua, Anakmu Belajar Dari Kehidupan

0

Wahai Orangtua Coba Pahami Puisi ini,

Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

Ini puisi tentang cara mendidik anak. Memang puisi lama dan sudah sering dimuat di berbagai media, buku dan dibacakan diberbagai event. Tulisan ini sekedar mengingatkan kembali para orang tua.

Dipublikasikan pertama kali tahun 1954 di Harian Torrance Herald di Southern California Amerika Serikat, puisi ini menjadi puisi paling fenomenal dalam hal pendidikan anak usia dini. Sampai tahun 1998 lalu, puisi karya Dorothy Law Nolte ini sudah diterjemaahkan  dalam 35 bahasa.

Dorothy merupakan seorang pendidik dan ahli konseling keluarga. Pada tahun 1998, Dorothy menjabarkan puisi itu menjadi sebuah buku yang terdiri dari 19 bab (sesuai jumlah baris dalam puisi). Buku ini ditulis bersama Rachel Harris, dan diberi judul Children Learn What They Live: parenting to inspire values.

Sebelum meninggal pada tahun 2005 pada usia 81 tahun, Dorothy Law Nolte telah sempat merampungkan buku yang kedua tentang pendidikan dan pengasuhan remaja, yang juga disusun berdasarkan pola buku pertama. Buku ini diberi judulTeenagers Learn What They Live: parenting to inspire integrity and independence, terbit tahun 2002.

Di Indonesia, puisi yang judul aslinya “Children Learn What They Live” ini diterjemaahkan oleh pakar Ilmu Komunikasi, Jalaluddin Rakhmat, dalam bukunya Psikologi Komunikasi pada dekade tahun 1980-an lalu, yang juga menjadi buku wajib para akademisi dan pegiat komunikasi di seluruh Indonesia, sampai saat ini. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline