Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Selamat Jalan, Hujan Bulan Juni

0

Apakah masih akan ada hujan di bulan Juni, tatkala engkau telah pergi?

Padahal tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni, katamu. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni, ujarmu. Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni, ungkapmu.

Apakah masih akan ada hujan yang pandai merahasiakan rintik rindunya, tatkala engkau telah pergi?

Bahkan pohon berbunga itupun tak tahu. Dihapusnya jejak-jejak kaki yang ragu-ragu di jalan itu. Dibiarkannya yang tak terucapkan, diserap akar pohon bunga itu.

Apakah masih ada yang sanggup mencintai dengan sederhana, tatkala engkau telah pergi?

Mencintai dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Mencintai dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Apakah masih ada yang akan terus menerus berdoa, tatkala engkau telah pergi?

Bagimu, doa adalah cinta. “Aku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu”, katamu.

Apakah masih ada yang memiliki hati seperti selembar daun, tatkala engkau telah pergi?

Hati yang melayang jatuh di rumput, dan sejenak terbaring di sini. Karena ada yang masih ingin dipandang, yang selama ini senantiasa luput. Meskipun sesaat, namun ia adalah abadi, sebelum kausapu tamanmu setiap pagi.

Apakah masih akan ada yang duduk di restoran, tatkala engkau telah pergi?

Biasanya engkau duduk berdua saja, memesan ilalang panjang dan bunga rumput. Bahkan aku tak tahu, entah mau memesan apa.

Kadang engkau memesan batu, di tengah sungai terjal yang deras. Kadang engkau memesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya, memesan rasa lapar yang asing itu. Aku tetap saja tidak tahu, entah mau memesan apa.

Apakah masih akan ada si telaga, tatkala engkau telah pergi?

Kau biarkan perahu cinta berlayar di atasnya. Berlayar menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma. Berlayar sambil memandang harumnya cahaya.

Tetapi, sesampai di seberang sana, bisakah aku tinggalkan begitu saja? Perahu itu, siapa akan menjaganya? []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline