Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

[vc_row][vc_column offset=”vc_hidden-lg”][vc_btn title=”Populer” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-muslimah-populer%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterpopuler||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Terbaru” style=”3d” color=”danger” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fartikel-terbaru%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dterbaru|||”][vc_btn title=”Bertanya?” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fforums%2Ftopik%2Fbaca-sebelum-tanya-jawab-2%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Dbertanya||target:%20_blank|”][vc_btn title=”Join” style=”3d” color=”green” link=”url:https%3A%2F%2Fwww.ruangmuslimah.co%2Fregister%2F%3Futm_source%3Dpost%26utm_medium%3Dtombol%26utm_campaign%3Ddaftar|||”][/vc_column][/vc_row]

6 Tanda Diterimanya Amal Oleh Allah SWT

0

Sesungguhnya seorang muslim mengerjakan amal shalih karena berharap agar Allah menerimanya. Apabila Allah menerima amal seseorang, maka hal ini menunjukkan bahwa amal tersebut sah dan sesuai dengan bentuk amalan yang Allah SWT cintai.

Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Sesungguhnya Allah tidaklah menerima amal kecuali amal tersebut ikhlas karena Allah dan mengikuti tuntunan Nabi.”

Allah SWT juga menyebutkan bahwa Dia tidaklah menerima amal kecuali dari orang-orang yang bertakwa, “Allah hanyalah menerima amal dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Maidah: 27).

Lantas, bagaimana seseorang mengetahui bahwa amalnya telah diterima dan kerja keras yang ia lakukan telah membuahkan hasil?

Para ulama telah menjelaskan tanda-tanda diterimanya amal. Apabila ciri-ciri tersebut terpenuhi, maka hendaknya seorang hamba merasa gembira. Di antara tanda-tanda tersebut adalah sebagai berikut.

1. Tidak kembali terjerumus ke dalam dosa

Jika seorang hamba benci dengan dosa-dosanya dan tidak mau kembali melakukannya, maka ketahuilah bahwa amalnya diterima. Apabila ia teringat dengan dosa-dosanya, lalu ia merasa sedih, menyesal, dan hatinya sesak karena merasa bersalah, maka taubatnya telah diterima.

Ibnul Qayyim menerangkan di dalam kitab Madarijus Salikin, “Jika seseorang teringat dengan dosa-dosanya, kemudian ia merasa gembira dan menikmatinya, maka amalnya tidak diterima, meskipun ia beramal selama 40 tahun.”

Yahya bin Mu’adz mengatakan, “Barangsiapa beristighfar dengan lisannya, sedangkan hatinya terikat dengan maksiat dan ia bertekad untuk kembali mengulanginya, maka puasanya tertolak dan pintu diterimanya amal tertutup di hadapannya.”

2. Bertambah Taat

Salah satu ciri diterimanya amal yaitu semakin rajin melakukan ketaatan. Hasan Al-Bashri menyampaikan, “Di antara balasan kebaikan adalah dipermudah untuk berbuat kebaikan setelahnya. Dan di antara hukuman keburukan adalah dipermudah untuk berbuat keburukan setelahnya.”

Apabila Allah menerima amal seorang hamba, maka Dia akan memberikannya taufiq untuk melakukan ketaatan dan memalingkannya dari maksiat. Hasan Al-Bashri juga mengatakan, “Wahai anak keturunan Adam, jika ketaatanmu tak kunjung bertambah, maka ia akan semakin berkurang.”

3. Kontinyu dalam ketaatan

Berkesinambungan dalam melakukan ketaatan memiliki faidah yang besar sebagaimana ucapan Ibnu Katsir Ad-Damasyqi tatkala beliau rahimahullah menerangkan, “Sungguh Allah yang Maha Mulia dengan kedermawanan-Nya telah menetapkan sunnatullah yaitu barangsiapa hidup di atas suatu kebiasaan, maka ia akan mati di atas kebiasaan tersebut. Dan barangsiapa mati di atas suatu kebiasaan, maka ia akan dibangkitkan di atas kebiasaan tersebut di hari kiamat.”

Maka, barangsiapa yang hidup di atas ketaatan, maka dengan kemuliaan Allah ia tidak mungkin mati di atas kemaksiatan. Di dalam hadits, tatkala ada seorang laki-laki berangkat haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba ia ditendang oleh untanya hingga ia pun meninggal.

Lantas, Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Kafanilah ia dengan pakaian ihramnya. Jangan beri ia minyak wangi. Jangan tutupi kepalanya. Sebab, ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah.” (HR. Bukhari no.1265, Muslim no.1206).

Loading...

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun menyampaikan peringatan dengan bersabda, “Aku benar-benar tidak mengenal salah seorang dari kalian pada hari kiamat memanggul unta yang bersuara di atas pundaknya. Ia memanggil, ‘Wahai Muhammad! Wahai Muhammad!’ Lalu aku pun menjawab, ‘Bukankah aku telah menyampaikan kepadamu’.” (HR. Bukhari no.1402, Muslim no.987).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda tentang pencuri harta rampasan perang, “Sesungguhnya jubah yang ia curi akan menyalakan api pada tubuhnya.” (HR. Bukhari no.4234, Muslim no.115).

4. Sucinya Hati

Termasuk tanda diterimanya adalah yaitu bersihnya hati dari berbagai penyakit dan kotoran. Lalu ia pun kembali mencintai Allah Ta’ala, mengedepankan keridhaan-Nya di atas keridhaan selain-Nya, mendahulukan perintah-Nya dibandingkan perintah selain-Nya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, meninggalkan sifat dengki, benci, dan tidak suka terhadap orang lain.

Menyakini bahwa segala urusan ada di tangan Allah sehingga ia pun merasa tentram dan ridha, dan mempercayai bahwa takdir yang meleset darinya tak mungkin menimpanya dan takdir yang menimpanya tak mungkin meleset darinya. Kesimpulannya, ia ridha kepada Allah beserta ketetapan-Nya. Ia pun senantiasa berbaik sangka dengan Rabbnya.

5. Ingat Akhirat

Salah satu ciri diterimanya amal adalah hati yang senantiasa memikirkan akhirat dan merenungkan kondisi ketika ia berdiri di hadapan Allah Ta’ala lalu Allah bertanya kepadanya tentang semua perbuatan yang pernah ia lakukan. Lantas ia pun merasa takut dengan pertanyaan tersebut. Lalu ia mengintrospeksi dirinya mengenai dosa-dosa kecil dan besar yang ia terjang.

Pada suatu hari, Fudhail bin ‘Iyadh menanyai seorang laki-laki, “Berapa usia yang telah kau lalui?” Ia pun menjawab, “60 tahun.” Fudhail pun takjub, “Subhanallah, sejak 60 tahun engkau telah menempuh jalan menuju Allah! Sebentar lagi engkau akan sampai tujuan. Ketahuilah, engkau akan dimintai pertanggungjawaban. Maka siapkanlah jawaban atas pertanyaan tersebut.” Laki-laki itu pun bertanya, “Apa yang harus aku perbuat?” Fudhail pun merespon, “Berbuat baiklah di sisa umurmu, maka dosamu yang telah lalu akan diampuni. Jika engkau berbuat buruk di sisa umurmu, maka engkau akan dihukum karena dosamu yang telah lalu dan yang akan datang.

6. Memurnikan Amal karena Allah

Di antara tanda diterimanya amal yakni seorang hamba ikhlas dalam beramal karena Allah dan tidak menyisakan bagian untuk makhluk. Sebab, hakikat makhluk ialah sebatas tanah di atas tanah. Dikatakan kepada salah satu orang shalih terdahulu, “Mari kita ikut mengiringi jenazah ke pemakaman”. Ia pun menjawab, “Bersabarlah, aku ingin menata niatku dulu”. Maksudnya, sebelum melakukan amal shalih yaitu mengiringi jenazah, ia ingin memastikan ia lakukan itu dengan ikhlas.

Hendaknya seseorang memperhatikan niat dan tujuannya, apa yang ia inginkan dari amalnya. Ada seorang laki-laki yang memberikan wejangan di hadapan Hasan Al-Bashri. Kemudian Hasan berkata kepadanya, “Wahai laki-laki, aku tidaklah bisa mengambil faidah dari nasihatmu. Boleh jadi karena hatiku yang sakit atau dirimu yang tidak ikhlas.” []

Sumber: Muslimah



Artikel Terkait :
Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

Maaf Ukhti Antum Offline