Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Peran Wanita Dalam Kehidupan Publik

0

Oleh: Erma Pawitasari

Sejarah telah mencatat bahwa kaum muslimah telah banyak memberikan kontribusi bagi masyarakat luas. Peran publik para muslimah pun tidak dibatasi untuk membantu sesama muslimah namun juga untuk membantu kaum pria.

Setidaknya, ada dua bukti tak terbantahkan, yakni keikutsertaan para sahabiyah dalam perang untuk mengobati pasukan jihad yang terluka. Para sahabiyah ini mengobati kaum laki-laki yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW tidak hanya membolehkan namun justru menugaskan sebab posisi ini paling tepat ditempati para wanita tatkala para pria harus berjuang di garis depan.

BACA JUGA: Muslimah Ini 8 Syarat Boleh Pakai Make Up

Bukti kedua adalah posisi Aisyah ra. sebagai guru bagi para sahabat lainnya untuk menyampaikan hadits-hadits dari Nabi SAW sepeninggal beliau.

Sejarah juga menunjukkan bahwa umat ini tidak hanya memiliki ulama laki-laki, namun juga dipenuhi dengan tinta emas ulama wanita. Keberadaan para ulama wanita ini tidak hanya untuk mengajar sesama kaum wanita tetapi juga untuk mengajar kaum laki, sebagaimana digambarkan dalam riwayat-riwayat berikut:

1. Aisyah binti Abu Bakar

Abu Musa al-Asy’ari berkata, “Kami, sahabat-sahabat Rasulullah terkadang menemui kesulitan dalam masalah hadits, kemudian kami bertanya kepada Aisyah dan kami mendapatkan pengetahuan baru tentang hadits tersebut.”

Suatu ketika ada yang bertanya kepada Masruq, “Apakah Aisyah juga menguasai ilmu waris?” Masruq menjawab, “Demi Allah aku telah melihat sahabat-sahabat Muhammad bertanya kepadanya seputar masalah waris.”

2. Amrah binti Abdurrahman

Qasim ibn Muhammad berkata kepada Ibn Syihab, “Aku melihat pada dirimu semangat tinggi mencari ilmu. Apakah kamu bersedia aku tunjukkan wadah ilmu itu sendiri?” Ia menjawab, “Ya, aku bersedia.” “Temuilah Amrah (binti Abdurrahman), sesungguhnya ia dididik oleh Aisyah. Ibn Syihab melanjutkan, “Kemudian aku mendatanginya, dan aku seperti melihat laut yang tak pernah kering.”

3. Aisyah binti Hasan al-Ashbahaniyah

Imam adz-Dzahabi berkata, “Ia adalah seorang wanita yang selalu memberi nasehat, ahli ilmu, dan mempunyai sanad-sanad hadits yang sangat banyak.” Selain itu, ia adalah guru wanita pertama Hafidz Ismail ibnu Muhammad.

4. Karimah binti Ahmad

Ibn Nuqthah menulis, “Ia mengajarkan Shahih Bukhari di Mekkah… Di antara para imam yang belajar Shahih Bukhari kepadanya adalah Hafidz Abu Bakar al-Khathib dan Abu Thalib al-Husain ibn Muhammad Zainabi.”

Demikianlah beberapa contoh ulama wanita dalam sejarah umat Islam. Para sahabat maupun para ulama tidak ada yang mempersoalkan kehadiran kaum wanita di ruang publik. Mereka bahkan tak enggan untuk menimba ilmu darinya.

Loading...

5. Wanita Bekerja Dan Tanggung Jawab Nafkah

Kehadiran kaum muslimah untuk berkontribusi di ruang publik tidak menggugurkan kewajiban kaum laki-laki untuk menanggung nafkahnya. Islam telah mewajibkan kaum laki-laki sebagai penanggung jawab nafkah kaum wanita, baik itu suami, ayah, saudara, maupun wali.

BACA JUGA: 10 Tips untuk Menjadi Muslimah Sejati

Para wanita dapat menikmati fasilitas untuk berkontribusi maksimal dalam kehidupan publik tanpa terbebani kewajiban mencari nafkah. Apabila aktivitasnya mendatangkan harta, maka harta tersebut menjadi hak si wanita, sebagaimana harta waris yang ia peroleh dari keluarganya.

Kekayaan yang dimiliki seorang istri tidak menggugurkan kewajiban bagi suami untuk menanggung nafkahnya, kecuali atas keridloan dari sang istri. Allah SWT berfirman:

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. []

Sumber: Islampos



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline