Breaking News
Foto: Muslim Matters

Sebelum Tidur, Bunda Ajarkan Hal Ini pada Anak

ANAK juga memerlukan istirahat. Sebab, ia pun telah menjalani aktivitasnya seharian. Dan sebagai manusia biasa, ia tidak akan mampu terjaga sepanjang hari. Pasti ada kalanya mata ingin terpejam dan merasakan kenyamanan di dunia yang lain.

Meski begitu, ketika tidur, dalam Islam memiliki adab-adabnya tersendiri. Nah, agar anak mampu terbiasa, maka sudah menjadi tugas orang tua untuk mengarahkannya. Dan butuh tenaga ekstra untuk melakukan hal itu.

BACA JUGA: Si Kecil Cemas Saat Jauh dari Bunda, Apakah Normal?

Sebab, tidak mudah bagi anak untuk mengikuti apa yang diperintahkan oleh orang tuanya. Lalu, seperti apa menerapkan syariat Islam ketika tidur pada anak?

Bila anak masih mengompol, kita biasakan untuk buang air kecil sebelum tidur. Bila mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, kita mengambil air wudhu. Bukhari meriwayatkan dari Al-Barra bin ‘Azib, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika engkau datang ke tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat.”

Membiasakan buang air kecil sebelum tidur itu membutuhkan kesabaran. Membiasakan berwudhu sebelum tidur, membutuhkan kesabaran yang lebih ekstra. Semua memang bermula dari orangtuanya. Mengapa? Karena, anak adalah iminator ulung. Jika orang tua mulai menjaga keistiqamahan mengambil air wudhu sebelum tidur, lama kelamaan anak akan bergerak melakukannya tanpa disuruh. Hingga suatu ketika, mungkin kita akan dibuat takjub saat menjumpai anak menyalakan kran.

Ketika kita bertanya, “Sedang apa, sayang?”

Ia pun menjawab dengan polosnya, “Berwudhu, Umi.”

Ketika sedang berada di peraduan, bila anak masih tidur bersama orang tuanya, kita biasakan untuk mengajak berdoa dengan suara keras. Demikian pula ketika bangun tidur, kita menyambutnya dengan melantunkan doa.

Terkecuali anak telah besar dan terbiasa berdoa sendiri, tanpa perlu dibimbing. Kita cukup mengingatkan, “Sudah membaca doa belum?”

BACA JUGA: Bunda, Tanamkan Aqidah Islam kepada Anak dari Hal Terkecil

Dengan membiasakannya membaca doa, walaupun tanpa mengajarinya face to face untuk menghafal, lama kelamaan anak hafal dengan sendirinya. Selain itu, ada pula zikir-zikir sebelum yang bisa kita ajarkan. Di antaranya surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas, kemudian meniupnya dengan tangan dan menyapukan ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, dimulai dari bagian muka, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari.

Selain itu, Bukhari juga meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca ayat kursi (Al-Baqarah: 255), yang akan memberikan penjagaan pembacanya dari setan. []

Referensi: Orang Tua Hebat Melahirkan Anak Hebat/Karya: Fadlan al-Ikhwani/Penerbit: Al-Qudwah Publishing

About Dini Koswarini

Check Also

hambatan belajar anak

Apakah Anak Anda Alami Depresi?

Sama seperti orang dewasa anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka bisa merasa bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang memiliki kematangan psikologis cenderung tahu bagaimana mengontrol perasaan-perasaan tersebut. Sementara anak-anak, cenderung belum bisa mengontrol dan mengelolanya dengan cara yang baik dan sehat. Penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

Tinggalkan Balasan