Ruang Muslimah
Inspiring and Educating Muslim Woman

Madrasah Pertama Anak-Anak

0

Wahai Muslimah, jangan bilang, “Kuy lah, mumpung masih muda, nikmatin aja lah” Atau “Kuy lah, mumpung belum nikah dan punya anak, seneng-seneng aja dulu bisa kali”

Kalau pemikirannya gitu terus, itu kayak semacam lagi di sekolah, terus lupa kalau ada PR, terus gurunya tiba-tiba dateng, dan kita udah gak ada waktu lagi buat ngerjain PR di kelas. Alhasil kita panik, buru-buru, dan kebingungan.

Glenn Doman pernah menuturkan kisah seorang ibu yang bertanya kepada ahli perkembangan anak tentang mulai kapan ia harus mulai mendidik anaknya untuk membaca.

Sangat menyedihkan kondisi si ibu yang masih harus bertanya kapan mulai mengajari anak membaca, padahal usia anaknya sudah lima tahun.

Menurut Doman pendidikan anak dimulai bukan saja ketika bayi telah lahir, atau ketika masih dalam kandungan si ibu. Pendidikan telah dimulai sejak seorang laki-laki memilihkan calon ibu bagi calon anak-anaknya, dan ketika seorang wanita memilihkan calon bapak bagi calon anak-anaknya.

Ikatan perkawinan merupakan awal mula terjadinya pendidikan, dan awal mula pendirian laboratorium peradaban. Setiap wanita punya ‘PR’ sesuai fitrah yang telah Allah ciptakan. Yakni, mempersiapkan diri menjadi ibu bagi anak-anaknya agar kelak bisa mendidik mereka dengan baik. Memang tugas tersebut gak hanya jadi tugas ibu, melainkan tugas ayah juga.

Tapi tak bisa ditampik, bahwa ibu lah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena sejak dalam kandungan, hingga proses melahirkan, sampai dengan proses menyusui, sang anak sudah melekat dalam dirinya. Erat sekali bounding ibu dan anak pada masa-masa itu.

Mendidik anak itu memang gak mudah. Terlebih di zaman sekarang ini. Maka dari itu, siapkan bekalnya dari sekarang. Perbanyak ilmunya. Banyakin belajar biar gak kaget dengan situasi yang terjadi nanti. Semoga Allah mampukan kita agar bisa menjadi ibu dengan teladan yang baik bagi anak-anak kita kelak. []



Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Loading...
You might also like

Tinggalkan balasan

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Maaf Ukhti Antum Offline